- Warga permukiman Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan debu dari reklamasi Dermaga Pier 3 PT KCN pada Jumat (18/9/2026).
- Debu proyek yang masuk ke rumah tanpa penyaring menyebabkan warga mengalami batuk, gatal, alergi, dan gangguan pernapasan.
- Dampak debu tersebut membuat warga harus membersihkan rumah empat hingga lima kali sehari serta menjemur pakaian di kamar mandi.
Suara.com - Warga di sekitar proyek reklamasi Dermaga Pier 3 PT Karya Citra Nusantara (KCN), Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan debu yang beterbangan hingga masuk ke dalam rumah.
Kondisi tersebut disebut membuat warga harus lebih sering membersihkan rumah dan mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan.
Ketua RT 13 RW 04 Cilincing, Drajat, mengatakan debu dapat masuk ke rumah warga ketika angin bertiup langsung ke arah permukiman.
Sebagian besar rumah warga disebut menggunakan jendela tanpa penyaring sehingga debu mudah masuk.
"Pastinya kalau berhadapan dengan angin langsung, kan rata-rata di sini pakai jendela gak pakai saringan-saringan makanya debunya pada masuk ke dalam," kata Drajat kepada Suara.com, Cilincing, Jumat (18/9/2026).
Menurut Drajat, warga kemudian mengeluhkan berbagai kondisi kesehatan, seperti batuk, gatal-gatal, alergi hingga gangguan pernapasan.
Ia menyebut keluhan tersebut telah dirasakan banyak warga dalam beberapa bulan terakhir.
"Bukan ada, banyak batuk, gatel, pernapasan," ujarnya.
Selain mengeluhkan kondisi kesehatan, warga juga harus lebih sering membersihkan rumah karena debu yang masuk.
Dalam sehari, pembersihan rumah disebut dapat dilakukan hingga empat sampai lima kali.
"Pastinya ya hampir dibersihin setiap hari, 4 sampai 5 kali lah, ini TPA aja hampir tiap sore jadinya, ngepel, nyapu, debunya bisa dikumpulin buat nguruk," katanya.
Kondisi debu juga memengaruhi aktivitas warga dalam menjemur pakaian.
Drajat mengatakan sebagian warga memilih menjemur pakaian di kamar mandi karena pakaian yang dijemur di luar rumah dikhawatirkan kembali terkena debu.
"Kalau pakaian semenjak ada debu, banyak pada dimasukin ke dalam, jemurnya di kamar mandi, kalau di luar kan kotor, makanya jemurnya di kamar mandi," ujarnya.
Reporter: Agustin Dwi Anggraini