Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin

Selasa, 22 September 2026 | 06:30 WIB
Tim UI Perkuat Kader Posyandu Sitanala, 66 Balita Jalani Pemeriksaan Multidisiplin [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Tim KATAMATAKU UI mengadakan pengabdian masyarakat untuk deteksi dini stunting dan pencegahan di Sitanala, Kota Tangerang.
  • Kegiatan melibatkan pemeriksaan kesehatan multidisiplin bagi balita, ibu hamil, serta edukasi bagi puluhan kader kesehatan setempat.
  • Program kolaborasi dengan Puskesmas Neglasari ini bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan dan mewujudkan generasi bebas stunting.

Suara.com - Tim KATAMATAKU Universitas Indonesia (UI) menggelar pengabdian masyarakat untuk memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan stunting di wilayah Sitanala, Kota Tangerang.

Kegiatan bertajuk Intervensi Berbasis Komunitas untuk Deteksi Dini Stunting dan Peningkatan Kesehatan Balita melalui Penguatan Kader Posyandu di Sitanala Tangerang itu berlangsung di Posyandu Kuntum Mekar, Kelurahan Karangsari.

Program tersebut mendapat dukungan melalui Hibah Pengabdian Masyarakat Dosen Universitas Indonesia 2026.

Tim KATAMATAKU UI menggandeng Puskesmas Neglasari, Pemerintah Kecamatan Neglasari, serta sejumlah mitra lokal.

Sitanala dipilih karena kawasan tersebut sebelumnya menjadi wilayah binaan KATAMATAKU UI dan dikenal memiliki rekam jejak sebagai daerah endemis kusta.

Hubungan yang telah terbangun dengan masyarakat kemudian menjadi fondasi untuk memperluas intervensi ke persoalan kesehatan lain, termasuk stunting.

Berdasarkan skrining kesehatan terhadap 124 balita pada 2024, sebanyak 31 balita atau 25 persen ditemukan mengalami stunting.

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting di Provinsi Banten pada periode yang sama.

Ketua Tim KATAMATAKU UI, Prof Dr dr Yunia Irawati, SpM(K), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi berbagai pihak untuk memperluas akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas kader di tingkat masyarakat.

“Pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk sinergi strategis antara KATAMATAKU UI, Puskesmas Neglasari, Pemerintah Kecamatan Neglasari, serta berbagai mitra lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, memberikan edukasi gizi, serta memperkuat kapasitas tenaga medis dan kader kesehatan daerah dalam memerangi stunting,” ujar Yunia.

Sementara itu, Dr Titis Prawitasari, SpA(K), konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak FKUI yang mewakili Tim KATAMATAKU UI, menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dalam menangani persoalan tumbuh kembang anak.

“Melalui pendekatan berbasis komunitas dan penguatan kapasitas kader Posyandu, kami berharap upaya deteksi dini dan intervensi kesehatan balita di wilayah Sitanala dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Titis.

Dalam kegiatan tersebut, Tim KATAMATAKU UI menggelar evaluasi dan edukasi bagi tenaga kesehatan serta kader kesehatan. Program juga dilengkapi pemeriksaan kesehatan multidisiplin dan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.

Pemeriksaan Balita Libatkan Berbagai Disiplin

Pemeriksaan komprehensif dilakukan terhadap balita, ibu hamil, dan ibu balita dengan melibatkan tenaga ahli dari sejumlah bidang kesehatan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com