- Presiden Prabowo Subianto memanggil Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama ke Istana Jakarta pada Selasa sore.
- Djaka Budi Utama mengaku belum mengetahui agenda pasti terkait pemanggilannya oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut.
- Sebelumnya pada Selasa siang, Presiden Prabowo memanggil sejumlah pejabat untuk membahas penguatan industri tekstil nasional.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/9/2026) sore.
Djaka tiba di Istana sekitar pukul 15.45 WIB. Namun, ia tidak banyak memberikan penjelasan mengenai agenda kedatangannya.
Saat ditanya wartawan mengenai alasan dirinya dipanggil Prabowo, Djaka hanya menjawab singkat.
“Belum tahu,” kata Djaka sembari berjalan masuk ke Istana, Selasa (21/9/2026).
Djaka juga ditanya apakah kedatangannya ke Istana berkaitan dengan pertemuan dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurahman.
“Oh enggak, enggak. Maaf ya,” ujar Djaka.
Belum diketahui agenda pertemuan Djaka dengan Presiden Prabowo.
Sebelumnya pada Selasa siang, Prabowo juga memanggil sejumlah pejabat ke Istana Kepresidenan. Mereka antara lain Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BUMN Donny Oskaria.
Pertemuan tersebut diketahui berkaitan dengan pembahasan industri tekstil dan sepatu.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan dalam rapat itu dibahas sejumlah inovasi yang dapat mendukung penguatan industri tekstil dalam negeri, termasuk pengolahan limbah dan pengembangan material baru.
BRIN juga tengah mengembangkan sepatu sekolah untuk siswa kurang mampu serta sepatu dengan teknologi smart insole yang dapat digunakan untuk memantau proses rehabilitasi pasien stroke.
Sementara itu, hingga Djaka tiba di Istana pada Selasa sore, belum ada penjelasan mengenai agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo.