Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB
3.000 bibit tanaman hortikultura berupa buah-buahan dan tanaman kayu didatangkan ke Kampung Persiapan Klawosom [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Tim Patriot UB mendirikan Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong untuk mendukung program swasembada pangan nasional.
  • Warga transmigran Klawosom menerima pelatihan teknik agroforestri, grafting, dan pembuatan kompos dari tim universitas tersebut.
  • Fasilitas pembibitan lengkap diserahkan kepada tiga kelompok tani lokal agar dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Suara.com - Hampir 3.000 bibit tanaman hortikultura berupa buah-buahan dan tanaman kayu didatangkan ke Kampung Persiapan Klawosom, Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Untuk memastikan ribuan bibit tersebut tumbuh dan tidak mudah mati, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IV Universitas Brawijaya membangun Rumah Bibit Tangguh Iklim.

Fasilitas ini sekaligus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat transmigran agar mampu mengembangkan pertanian produktif dan berkelanjutan.

Program tersebut tidak hanya menghadirkan bibit dan fasilitas pembibitan, tetapi juga membekali warga dengan pengetahuan serta keterampilan mengelola tanaman melalui sistem agroforestri.

Salah seorang warga transmigran Klawosom, Lorentius G. Ile Kolin, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru sejak adanya pendampingan Tim Ekspedisi Patriot.

"Sejak ada program Tim Patriot, kami baru mengenal pembibitan seperti ini. Kami juga belajar bahwa jarak tanam perlu diatur dalam sistem agroforestri. Kami sangat merasakan manfaat program ini dan berharap tim dapat kembali lagi," ujar Lorentius saat mengikuti pelatihan teknik grafting bibit unggul, pada 19 September 2026 lalu.

Rumah bibit tersebut dilengkapi tiga profile tank dengan kapasitas total 3.350 liter, sistem pengairan, rumah produksi, gudang penyimpanan, mesin pencacah, tiga tong biochar, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Fasilitas itu dirancang agar aktivitas pembibitan tetap berjalan secara mandiri meskipun masa pendampingan Tim Ekspedisi Patriot berakhir.

Warga juga mendapatkan pelatihan pengolahan media tanam, perbanyakan bibit melalui teknik grafting atau sambung pucuk, pembuatan kompos dari bahan lokal, hingga produksi biochar sebagai pembenah tanah.

Untuk menjamin keberlanjutan program, TEP IV Universitas Brawijaya turut membentuk dua kelompok tani, yakni Kuk Mala Fai Tunas Muda dan Olom Fagu, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi.

Program ini menyasar lebih dari 600 kepala keluarga, termasuk 60 anggota kelompok tani dan KWT. Pengiriman bibit dimulai pada 7 Oktober 2026, sedangkan pendampingan dan pengembangan program berlangsung hingga penarikan tim pada akhir November 2026.

Ketua TEP IV Universitas Brawijaya, Syamsul Arifin, berharap rumah bibit tersebut menjadi fondasi pengembangan pertanian masyarakat Klawosom.

"Besar harapan kami program ini terus berlanjut melalui penerapan sistem agroforestri intensif yang sesuai dengan pola bertani masyarakat Klawosom," kata Syamsul.

Pengembangan rumah bibit ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembangunan pusat-pusat pembibitan pohon di berbagai daerah.

"Bikin nursery-nursery, saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk semua kota dan kabupaten kita," ujar Prabowo saat peresmian akad massal rumah subsidi dan KUR Perumahan di Batang, 30 Juli 2026.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com