Satu Korban Banjir Bandang Solok Ditemukan Tewas, Tim SAR Sisir Lokasi Cari Korban Hilang Lainnya

Selasa, 22 September 2026 | 16:18 WIB
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang Abdul Malik. ANTARA/HO-SARPadang
BACA 10 DETIK
  • Tim SAR gabungan menemukan satu korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Solok.
  • Bencana banjir bandang yang terjadi pada Senin malam tersebut juga menyebabkan empat orang warga mengalami luka-luka.
  • Sebanyak 600 personel gabungan masih melanjutkan pencarian satu korban hilang serta melakukan evakuasi di lokasi terdampak.

Suara.com - Tim SAR gabungan menemukan satu korban banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di aliran sungai sekitar pukul 13.30 WIB.

"Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan beserta masyarakat di aliran sungai dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala SAR Padang Abdul Malik di Padang, Selasa (22/9/2026).

Korban ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek yang berbatasan dengan wilayah Jawi-jawi, Kabupaten Solok. Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dari lokasi.

"Identitasnya belum bisa dipastikan," ujar Abdul.

Identitas korban akan dipastikan melalui pemeriksaan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Abdul mengatakan, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian di sekitar lokasi penemuan korban serta sejumlah titik yang terdampak banjir bandang.

Berdasarkan laporan awal Kantor SAR Padang, terdapat dua orang yang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah Solok pada Senin (21/9/2026) malam. Dengan ditemukannya satu korban dalam kondisi meninggal dunia, pencarian terhadap satu korban lainnya masih dilakukan.

Pencarian melibatkan sekitar 600 personel dari berbagai instansi dan turut dibantu masyarakat setempat.

Banjir bandang juga memutus akses Kota Padang menuju Kabupaten Solok. Material berupa pasir, batu, lumpur, dan longsoran menutup badan jalan sehingga menghambat akses lalu lintas.

Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Sumatera Barat terkena material banjir bandang. [ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Solok]

Bupati Solok Jon Firman Pandu sebelumnya menyebut sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga di sekitar Kompleks Perkantoran Bupati Solok, Arosuka, turut terdampak banjir bandang.

Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Solok, bencana tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Tiga korban masih menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Padang.

Selain itu, sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa harus mengungsi. Pemerintah daerah menempatkan para pengungsi di dua lokasi yang telah disiapkan.

Dampak banjir juga tercatat pada fasilitas pemerintahan dan kendaraan warga. Sebanyak 11 kantor pemerintah terdampak, sedangkan 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.

Hingga kekinian, tim gabungan masih melakukan penyisiran, evakuasi, dan pendataan di sejumlah lokasi terdampak.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com