Mengawal Asa Siswa Penyintas Kebakaran Kebayoran Lama

Rabu, 23 September 2026 | 13:46 WIB
Peristiwa kebakaran di kawasan padat RT 05 dan RT 06 Kebayoran Lama Utara menyisakan kesedihan mendalam bagi anak-anak usia sekolah. (Suara.com/Yoga)
BACA 10 DETIK
  • Kebakaran melanda 22 rumah di Kebayoran Lama Utara pada Selasa, 22 September 2026, pukul 20.15 WIB.
  • Bencana tersebut menghanguskan seluruh harta benda warga termasuk dokumen kependudukan serta seragam sekolah anak-anak.
  • Sudinsos Jakarta Selatan menyalurkan bantuan puluhan stel seragam dan perlengkapan sekolah ke lokasi pengungsian.

Suara.com - Peristiwa kebakaran di kawasan padat RT 05 dan RT 06 Kebayoran Lama Utara menyisakan kesedihan mendalam bagi anak-anak usia sekolah.

Amukan api yang melanda permukiman pada Selasa (22/9/2026) malam pukul 20.15 WIB memusnahkan 22 bangunan rumah berikut seluruh isinya.

Para korban bencana tidak mempunyai kesempatan untuk mengamankan dokumen kependudukan maupun berkas akademik mereka yang berharga.

“Kami nggak ada yang bisa menyelamatkan apapun. Sampai data-data pribadi kami pun hangus terbakar semua. Ijazah, KTP, akta, semua hangus,“ kata Ketua RT 06, Santoso, Rabu (23/9/2026).

Pakaian dinas sekolah beserta alas kaki kepunyaan para pelajar di permukiman tersebut turut musnah menjadi arang.

“Ya termasuk seragam anak-anak sekolah, sepatu, dan lain semuanya, semuanya hangus,“ lanjut Santoso.

Merespons situasi darurat tersebur, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan mendistribusikan puluhan pasang seragam dan perlengkapan sekolah ke lokasi pengungsian.

“Bantuan berupa 54 stel seragam SD, SMP, dan SMA, 22 pasang sepatu, 22 pasang kaus kaki, 40 potong celana training, serta 11 buah tas punggung,“ jelas Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan.

Penyaluran sarana pendidikan tersebut dimaksudkan agar para siswa dapat segera kembali menuntut ilmu meski tengah dilanda keprihatinan.

Selain sarana belajar anak, petugas sosial juga menyalurkan sejumlah peralatan kebersihan serta popok bagi bayi penyintas bencana.

“Kami juga menyalurkan alat kebersihan berupa 20 buah sikat lantai, 22 buah pengki, dan 15 buah serbet. Lalu, perlengkapan bayi berupa 12 diapers,“ imbuh Bernard.

Pasokan baju sekolah dan perlengkapan baru tersebut diharapkan memantik kembali semangat anak-anak penyintas kebakaran untuk melanjutkan kebutuhan pendidikan mereka.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com