Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB
Masoud Pezeshkian, Presiden Iran (instagram/drmasoudpezeshkian)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Iran menegaskan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan sanksi dan militer AS.

  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga energi di tingkat global.

  • Sidang PBB juga membahas regulasi kecerdasan buatan serta resolusi konflik Rusia-Ukraina.

Suara.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan pimpinan negaranya menolak keras segala bentuk intimidasi milititer maupun sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan Israel. Langkah ketegangan kawasan kini berpusat pada penutupan Selat Hormuz yang memicu krisis pasokan energi global.

Ketegangan diplomasinya disampaikan langsung dalam pidato perdana Pezeshkian pada Sidang Majelis Umum PBB di New York. Sikap pantang menyerah ini muncul setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terbuka terhadap wilayah Iran.

Pezeshkian menuding pemerintah Amerika Serikat telah melakukan tindakan terorisme atas pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia menekankan bahwa pihak Tehran tidak pernah menjadi pemula dari konflik bersenjata yang terjadi saat ini.

Iran mengirim sinyal keras pada pidato Presiden Masoud Pezeshkian di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81. [Istimewa]

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan pertimbangan untuk menghancurkan Iran sebelum memuji pembukaan kembali dialog negosiasi. Namun, Pezeshkian sama sekali tidak menyinggung proses diplomasi tersebut dalam pidatonya.

Narasumber utama Iran menyampaikan penolakan tegas terhadap gertakan ekonomi maupun tekanan politik dari pihak Washington.

“(Trump) harus tahu bahwa perlawanan rakyat Iran hanya akan meningkat jika menghadapi sanksi, tekanan yang meningkat, intimidasi yang meningkat. Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut,” katanya, dikutip dari Reuters.

Teheran memastikan penguasaan atas jalur pelayaran Selat Hormuz tidak akan salah menggunakan pihak luar untuk merugikan kedaulatan mereka. Penutupan koridor laut strategi tersebut telah berlangsung sejak awal peperangan hingga melonjaknya harga minyak dunia.

Pezeshkian menegaskan penutupan akses air tersebut merupakan bentuk perlindungan atas kedaulatan wilayahnya dari ancaman asing.

“Kita tidak bisa membiarkan beberapa orang mempunyai akses bebas dan mendukung kepentingan mereka melalui jalur air tersebut, sementara pada saat yang sama menggunakan jalur air tersebut untuk memaksakan agresi mereka kepada kita,” tegasnya.

Kedatangan delegasi Iran di Markas Besar PBB Manhattan sempat diwarnai ketidakpastian visa dari pemerintah Amerika Serikat. Washington akhirnya memberikan izin masuk untuk Pezeshkian, namun menolak permohonan visa sejumlah anggota rombongannya.

Lonjakan harga bahan bakar minyak akibat krisis ini mengancam perolehan suara Partai Republik pada pemilu sela mendatang. Meskipun demikian, Donald Trump berusaha mengecilkan dampak domestik akibat peperangan di Timur Tengah tersebut.

Selain krisis geopolitik Timur Tengah, forum PBB juga mengagendakan pembahasan darurat terkait perkembangan kecerdasan buatan. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menerima pengarahan khusus dari para pemimpin industri teknologi dunia.

Tokoh penting teknologi seperti Sam Altman dari OpenAI, Dario Amodei dari Anthropic, dan Clement Delangue dari Hugging Face hadir memberikan paparan. Diskusi tingkat tinggi ini merespons kekhawatiran global atas risiko kecerdasan buatan yang semakin sulit dikendalikan.

Berbeda dengan mayoritas pemimpin dunia, Donald Trump menolak regulasi internasional terhadap pengembangan teknologi AI. Ia menyebut gagasan pembatasan kecerdasan buatan global tersebut hanya sebagai bentuk skema globalis.

Sengketa militer antara Rusia dan Ukraina turut menjadi fokus utama pembahasan Dewan Keamanan PBB berikutnya. Presiden Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan menyampaikan pidato langsung di hadapan seluruh anggota Majelis Umum PBB.

Usai melangsungkan pertemuan dengan Trump, Zelenskyy menyatakan keinginan bersama agar peperangan dengan Rusia selesai dalam beberapa bulan. Ukraina menyatakan kesiapan menghentikan serangan ke fasilitas energi Rusia jika Moskow menyepakati langkah serupa.

Konflik yang meluas di Timur Tengah ini bermula dari eskalasi militer langsung antara koalisi AS-Israel melawan Iran. Pembunuhan pimpinan tertinggi Iran menjadi pemantik utama yang menutup pintu kompromi kedua belah pihak hingga memicu krisis energi dunia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com