- Massa aksi Hari Tani Nasional berkumpul di depan Gedung DPR RI sambil membawa atribut pertanian pada Kamis.
- Arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto terp masih dapat dilewati kendaraan meskipun mengalami pelambatan.
- Polda Metro Jaya mengerahkan 26.386 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa tersebut.
Suara.com - Massa aksi dalam peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2026 mulai berkumpul di depan Gedung DPR RI, Kamis (24/9/2026).
Pantauan Suara.com di lokasi, sebagian besar massa aksi yang hadir masih sekadar duduk-duduk di bawah pohon yang ada di sekitar DPR RI.
“Kawan-kawan saya minta ke depan mobil komando. Yang merasakan panas bukan hanya kalian,” pekik orator dari atas mobil komando di depan Gedung DPR RI, Kamis.
Sebelum ke depan Gedung DPR RI, massa juga sempat melakukan aksi long march dari depan TVRI.
Sebagian massa juga membawa kentongan sebagai properti aksi. Mereka juga menggunakan topi caping sebagai simbol tani. Selain itu, massa membawa sayur-mayur sebagai simbol hasil bumi.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto masih dapat dilewati kendaraan meskipun terjadi pelambatan.
Sebanyak 26.386 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan 99 kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan daerah penyangga pada Kamis (24/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 merupakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum, sementara 26 lainnya merupakan kegiatan masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan personel disiapkan untuk mengawal peserta kegiatan sekaligus memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” ujar Budi.
Pengamanan melibatkan personel gabungan Kepolisian, TNI, Pemprov DKI Jakarta, dan Pamdal Gedung MPR/DPR RI.
Kesiapan pengamanan telah dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan Tactical Floor Game (TFG) bersama Polda Metro Jaya, Mabes Polri, Kodam Jaya/TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta pemangku kepentingan terkait.
Puluhan ribu personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik. Rinciannya, 4.020 personel di Monas, 4.051 di Bundaran HI, 3.663 di kawasan DPR/MPR RI, serta 8.914 personel untuk penyekatan dan FKPMS.
Kemudian, 2.055 personel disiapkan untuk pengamanan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), 1.841 untuk penegakan hukum, 600 personel siaga di Mapolda, dan 412 personel untuk patroli wilayah.
Selain itu, personel ditempatkan di TMII sebanyak 296, Kementan dan Danantara 197, Semanggi 140, Komnas HAM dan Pengadilan Tinggi 102, patroli pengawalan unjuk rasa 62, serta 33 personel pimpinan dan pejabat utama sebagai penanggung jawab.