- Presiden KSPSI Andi Gani memimpin ribuan buruh KBPBI berdemonstrasi di UOB Plaza Jakarta Pusat pada Kamis, 24 September 2026.
- Aksi unjuk rasa tersebut digelar untuk memprotes draf RUU Perlindungan Ketenagakerjaan inisiatif DPR RI yang dinilai merugikan kaum buruh.
- Andi Gani mengimbau massa demonstran agar menjaga ketertiban umum, tidak menerobos barikade, dan mensterilkan jalur Transjakarta.
Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memimpin langsung ribuan massa buruh yang memadati kawasan depan UOB Plaza, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Aksi turun ke jalan yang digelar oleh Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) ini dipicu oleh draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan inisiatif DPR RI yang dinilai belum berpihak kepada kaum buruh.
Dari atas mobil komando, Andi Gani mengapresiasi loyalitas serta militansi para buruh yang hadir menyuarakan aspirasi mereka di tengah teriknya cuaca ibu kota.
“Hari ini saya sebagai Presiden KSPSI, merasa bangga dengan loyalitas dan militansi kawan-kawan semua. Tepuk tangan buat kawan-kawan semua!,“ serunya.
Di hadapan massa yang membentangkan spanduk desakan pengesahan regulasi yang berkeadilan, Andi Gani juga mengajak seluruh buruh untuk memberikan apresiasi kepada aparat penegak hukum.
Ia mengingatkan para demonstran mengenai figur pimpinan Korps Bhayangkara yang menaungi organisasi buruh tersebut.
“Teman-teman, tepuk tangan buat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kita harus ingat, Ketua Dewan Penasihat kita, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,“ tuturnya.
Andi Gani turut menegaskan agar seluruh peserta unjuk rasa senantiasa mengedepankan ketertiban umum agar dapat menjadi percontohan bagi publik.
“Berikan contoh aksi massa besar ini dapat tertib. Aksi massa besar ini dapat memberikan contoh kepada semua elemen masyarakat,“ ajaknya.
Guna menjaga situasi tetap kondusif, Andi Gani melarang barisan massa buruh menerobos barikade pengamanan menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia.
“Kita tidak akan tembus Bundaran HI. Jangan,“ tegasnya.
Tak hanya itu, pimpinan buruh tersebut meminta jalur Transjakarta tetap steril agar mobilitas warga pengguna transportasi publik tidak terhambat.
“Kita harus berikan jalan kepada masyarakat,“ pinta Andi Gani.
Aksi unjuk rasa penyampaian aspirasi buruh hari ini sendiri berlangsung dengan pengawalan dari aparat kepolisian yang bersiaga di lapangan.