Ini Akademisi yang Diundang Prabowo Bahas Lahan Gambut, Ada yang dari Nottingham University

Kamis, 24 September 2026 | 17:22 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Jakarta pada Selasa (22/9/2026) (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
BACA 10 DETIK
  • Sejumlah akademisi dari berbagai universitas dan BRIN mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 24 September 2026.
  • Presiden Prabowo mengundang para pakar tersebut guna mendiskusikan penanganan masalah kebakaran hutan serta lahan gambut.
  • Diskusi bertujuan mendesain pemanfaatan berkelanjutan demi kesejahteraan jutaan penduduk yang hidup di kawasan hidrologis gambut.

Suara.com - Sejumlah akademisi hadir di Istana Kepresidenan Jakarta dalam rangka berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan dan persoalan kebakaran di lahan gambut.

Pantauan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, para akademisi yang menumpangi dua minibus tiba pukul 14.40 WIB.

Mereka yang hadir, di antaranya Bagus Muljadi (Nottingham University), Azwar Maas (UGM), Zakaria Amsari (Universiras Tanjungpura), Haris Gunawan (UNRI), Darmae Nasir (Universitas Palangka Raya), Henrik Segah (Universitas Palangka Raya), dan Yulianto S Nugroho (UI).

Kemudian hadir juga Asmari Saad (Universitas Jambi), Puji Lestari (ITB), Indratmo Soekarno (ITB), Made Hesti Lestari (BRIN), Ahmad Kurnain (Universitas Lambung Mangkurat), Bambang Kun Cahyono (UGM), Sigit Sutikno (UNRI), Ati Dwi Nurhayati (IPB), Muhammad Agung Santoso (UI), dan Elham Sumarga (ITB).

“Akademisinya Ada dari BRIN, kemudian dari IPB, dari UI, dari ITB. Kemudian juga ada beberapa dari Universitas Tanjung Pura dan beberapa kampus ya. Tadi saya melihat daftar yang ada,” kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (24/9/2026).

Arif mengatakan, Prabowo mengundang para akademisi untuk mendiskusikan permasalahan lahan gambut. Pertama mengenai kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Kedua mengenai sustainable use dari gambut.

“Karena kalau kita lihat kawasan hidrologis gambut itu kan 24 juta hektare ya Dan berbasis pada peraturan pemerintah, pemanfaatan itu kan maksimum 70 persen. Dan fungsi lindung, Minimum 30 persen,” kata Arif.

“Sehingga kita harus juga berpikirkan di satu sisi sustainable use ini harus benar-benar kita desain dengan baik karena di sana ada 41 juta penduduk yang hidup di kawasan Hidrologis, Gambut. Karena itu saya yakin hari ini pak presiden mengundang para ahli, para pakar untuk membahas masalah pengolahan gambut ini,” sambung Arif.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com