Sidang Daycare Little Aresha: Anak Sakit Dibiarkan Tidur Beralas Perlak Tipis Tanpa Baju dan Diikat

Jum'at, 25 September 2026 | 16:34 WIB
11 Pengasuh Jalani Sidang Kasus Daycare Little Aresha di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Kamis 24 September 2026. (Suara.com/Shevinna)
BACA 10 DETIK
  • Kesaksian pengasuh ungkap fakta kekejaman di Daycare Little Aresha Jogja.

  • Balita sakit dan sehat digabung tanpa pakaian di Daycare Little Aresha.

  • Pengasuh ngaku tunduk doktrin ketua yayasan Daycare Little Aresha Jogja.

Suara.com - Sidang lanjutan kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta beragenda pemeriksaan para terdakwa yang terdiri dari 11 pengasuh berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta pada Kamis (24/9/2026).

Pada sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa ini kembali menguak sisi gelap praktik pengasuhan di Daycare Little Aresha tersebut.

Alih-alih menjadi tempat yang aman bagi buah hati, persidangan memperlihatkan betapa para pengasuh seolah kehilangan nurani akibat pola "cuci otak" yang sistematis.

11 Pengasuh Jalani Sidang Kasus Daycare Little Aresha di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Kamis 24 September 2026. (Suara.com/Shevinna)

Anak Sakit Cuma Diberi Alas Perlak Tipis

Kekejaman non-fisik dan penelantaran anak-anak tekuak dari kesaksian SR, salah satu pengasuh sekaligus terdakwa.

Ia menceritakan bagaimana nasib anak yang jatuh sakit di tempat penitipan tersebut.

"Kalau ada anak yang sakit, pernah ada anak sakit flu Singapura hanya dibiarkan tidur beralaskan perlak tipis," ungkap SR di hadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Melihat kondisi tersebut, SR mengaku sempat berinisiatif meminta izin kepada Ketua Yayasan Little Aresha, Dyah Kusumastuti untuk memberikan playmat serta memisahkan ruangan anak yang sakit dengan anak-anak yang sehat.

"Lalu, saya meminta izin pada Dyah untuk diberi playmat dan dipisah ruangan dengan anak anak yang sehat akhirnya diberi izin," kata SR, salah satu pengasuh sekaligus terdakwa Kasus Daycare Little Aresha Ketika ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Kamis 24 September 2026.

Berjam-jam Tanpa Busana dan Teknik Ikat 3 Lapis

Tak hanya soal anak sakit, fakta soal perlakuan fisik yang tidak manusiawi juga dibeberkan tanpa sekat.

Para pengasuh mengaku anak-anak biasanya dilucuti pakaiannya dan diikat sejak pukul 11 siang hingga jam 3 sore menjelang mandi sore, termasuk mereka yang sedang dalam kondisi sakit.

Paling menyayat hati adalah praktik pengikatan atau pembedongan yang dilakukan kepada anak-anak di kelas baby besar dengan dalih agar mereka tidak berlarian.

"Anak-anak tidak dipakaikan baju sejak selesai stimulasi kira-kira jam 11 pagi sampai hendak mandi sore sekitar jam 3 sore, termasuk anak yang sedang sakit," kata SR.

"Pengasuh melakukan itu (pengikatan/pembedongan) karena diperintah Dyah dan Dyah berusaha meyakinkan kami bahwa apa yang kami lakukan itu tidak apa-apa," lanjutnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com