Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

Senin, 28 September 2026 | 18:57 WIB
Foto udara pemandangan di Kota Jakarta, Senin (18/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Oxford Economics merilis laporan Global Cities Index pada Senin, 28 September 2026, yang menempatkan Jakarta di peringkat ke-140 dunia.
  • Jakarta mencetak prestasi gemilang dengan menempati posisi ke-23 pada pilar modal manusia dan peringkat ke-59 dalam sektor perekonomian.
  • Kualitas hidup Jakarta justru terpuruk di urutan ke-561 dunia akibat ketimpangan yang tajam dibandingkan sektor ekonominya.

Suara.com - Lembaga riset Oxford Economics merilis laporan Global Cities Index 2026 pada Senin (28/9/2026).

Laporan internasional tersebut memperlihatkan adanya ketimpangan yang cukup mencolok antarsektor di Jakarta.

Secara kumulatif, Jakarta menduduki peringkat ke-140 dari total 1.000 kota di dunia yang dinilai.

Pada pilar modal manusia atau human capital, Jakarta menorehkan prestasi gemilang dengan bertengger di peringkat ke-23 dunia.

Sektor perekonomian ibu kota juga menunjukkan taji yang kuat dengan menembus posisi ke-59 dunia.

Kendati demikian, pencapaian mentereng pada dua pilar tersebut berbanding terbalik dengan kondisi keseharian warganya.

Kategori kualitas hidup di Jakarta justru tercecer jauh ke urutan 561 dari 1.000 kota dunia.

Catatan muram serupa membayangi sektor kelestarian lingkungan Jakarta yang terperosok di peringkat ke-553.

Sementara itu, efektivitas tata kelola pemerintahan kota hanya mampu menempati posisi ke-372 dunia.

Ketimpangan ini membuktikan bahwa pesatnya perputaran ekonomi dan mutu talenta Jakarta belum berbanding lurus dengan kelayakan hidup warganya.

Sementara tengah disparitas tersebut, Oxford Economics memproyeksikan Jakarta bakal ketambahan lebih dari 1,7 juta rumah tangga berpendapatan tinggi dalam kurun 25 tahun ke depan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com