LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB
Kereta LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (20/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • LRT Jabodebek rute Bekasi ke Jakarta mengalami gangguan teknis pada Selasa pagi, 29 September 2026.
  • Penumpang dialihkan di Stasiun Cawang akibat kereta bermasalah, yang memicu penumpukan massa dan keterlambatan perjalanan.
  • PT KAI menyampaikan permohonan maaf resmi dan memastikan kondisi operasional saat ini sudah berangsur normal.

Suara.com - Perjalanan moda transportasi LRT Jabodebek rute Bekasi menuju Jakarta sempat tersendat akibat kendala teknis pada jam sibuk, Selasa (29/9/2026) pagi.

Insiden bermula saat sarana dengan nomor trainset 29 (TS 29) yang bertolak dari Stasiun Bekasi Barat sekira pukul 06.55 WIB mengalami gangguan di tengah perjalanan.

Menurut cerita salah satu penumpang dalam utasnya di media sosial, laju kereta sempat tersentak akibat dua kali pengereman mendadak di Stasiun Cikunir 1 dan Cikunir 2, hingga menyebabkan barang bawaan serta sejumlah penumpang terjerembap.

Tak hanya itu, rangkaian kereta disebut meluncur melewati Stasiun Jatibening tanpa henti lalu tertahan cukup lama di petak rel menuju Stasiun Halim.

Seluruh penumpang akhirnya diinstruksikan turun di Stasiun Cawang untuk berpindah armada sehingga memicu penumpukan massa di peron stasiun.

Menyikapi ketidaknyamanan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa langkah pengalihan penumpang ke rangkaian kereta berikutnya mutlak diambil demi perlindungan pengguna.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengguna dapat kembali melanjutkan perjalannya dengan selamat, aman dan tertib. Kami memahami bahwa kejadian ini sangat mengganggu perjalanan para pengguna, khususnya pada waktu pagi ketika aktivitas cukup tinggi,“ ujar Radhitya dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com melalui pesan singkat.

Radhitya menegaskan kembali bahwa penanganan sarana yang bermasalah tetap berfokus pada mitigasi risiko bagi para pelaju komuter.

“Keselamatan dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Gangguan sarana yang terjadi sekira pukul 07.10 WIB itu tercatat sempat memicu efek domino berupa keterlambatan antara 2 hingga 6 menit pada jadwal perjalanan lain.

Namun, manajemen LRT Jabodebek memastikan bahwa kondisi operasional saat ini sudah berangsur normal untuk melayani mobilitas masyarakat. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com