- Saiful, Ketua RT 05 Petukangan Utara, menginisiasi pengolahan botol plastik menjadi sapu sejak Maret 2026.
- Inovasi tersebut bertujuan mengurangi limbah plastik sekaligus membuka peluang penghasilan baru bagi warga sekitar.
- Warga berhasil memproduksi sapu jalan dan kasur, serta berencana membuat gantungan kunci dari tutup botol.
Suara.com - Di tangan Saiful, Ketua RT 05/RW 02 Petukangan Utara, Jakarta Selatan, limbah botol plastik tak lagi sekadar tumpukan sampah yang tak berharga.
Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan dan ketersediaan lapangan kerja warga, ia menggagas inovasi kreatif: mengolah botol plastik bekas menjadi sapu yang bernilai ekonomi.
Gagasan segar ini lahir sebagai respons nyata terhadap Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber yang ditetapkan pada 30 April 2026 lalu.
Pemprov DKI memang terus memacu masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari lingkungannya sendiri.
Dorongan regulasi tersebut memicu Saiful untuk berpikir ekstra. Ia prihatin melihat pola lama di lingkungannya, di mana botol plastik bekas hanya dikumpulkan lalu dijual murah ke pengepul tanpa sentuhan nilai tambah.
Di saat yang sama, Saiful menaruh perhatian besar pada kondisi sosial di sekitarnya, di mana masih banyak warga yang bekerja serabutan hingga belum memiliki pekerjaan tetap.
Dari situlah dua masalah tersebut disatukan menjadi satu solusi: mengolah limbah botol plastik menjadi produk bermanfaat yang mampu menciptakan peluang penghasilan baru bagi warga lokal.
“Salah satu yang mendorong dari PERGUB itu pilah pilih sampah itu, terus keperihatinan akan sampah botol plastik selama ini kan kita hanya kumpulin jual ke pengepul, dan limbah plastik yang cukup banyak,” kata Saiful kepada Suara.com saat ditemui di Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).
"Sama teman-teman nih banyak kerjaan serabutan atau pengangguran nih, nah bagaimana caranya ini kan bisa jadi penghasilan juga makanya timbul ide kita buat sapu daur ulang dari botol plastic," katanya menambahkan.
Dari pemikiran tersebut, Saiful kemudian mencetuskan ide membuat sapu dari botol plastik bekas.
Gagasan itu kemudian ia bicarakan bersama pengurus RT dan warga sebelum mulai dijalankan.
“Kebetulan dari saya, kita diskusi sama teman-teman pengurus, sama ya warga,” ujar Saiful.
Setelah didiskusikan, kegiatan pengolahan botol plastik menjadi sapu mulai berjalan sekitar Maret 2026.
Saiful memperkirakan kegiatan tersebut telah berjalan sekitar tujuh bulan.
Seiring berjalan, warga mulai menghasilkan dua jenis produk dari botol plastik bekas, yakni sapu jalan dan sapu kasur.