Hampir 100 Tahun Tak Terjadi, Dua Pulau Baru Tiba-Tiba Muncul di Dekat Anak Krakatau

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:05 WIB
Gunung Anak Krakatau (NASA)
BACA 10 DETIK
  • Dua daratan baru di lepas pantai Anak Krakatau terdeteksi akibat letusan berkelanjutan pada awal September 2026.
  • Badan Geologi menyatakan daratan tersebut terbentuk dari tumpukan material magma yang keluar melalui rekahan memanjang kawah.
  • Keberadaan dua pulau baru itu pertama kali terekam secara tidak sengaja melalui drone aktivis pariwisata Lampung.

Suara.com - Dua formasi daratan baru terdeteksi di lepas pantai Anak Krakatau, Selat Sunda. Kemunculan tersebut diduga menjadi formasi pulau baru pertama di dalam kaldera Krakatau dalam hampir satu abad setelah letusan dahsyat pada 1883.

Kemunculan dua daratan itu terdeteksi setelah Anak Krakatau mengalami letusan berkelanjutan pada awal September 2026.

Kedua pulau baru itu berada di sisi berlawanan Anak Krakatau, masing-masing di barat laut dan tenggara.

Berdasarkan pengamatan Badan Geologi, salah satu formasi berjarak sekitar 760 meter dari pantai barat laut Anak Krakatau. Sementara formasi lainnya berjarak sekitar 495 meter di sisi tenggara.

Kedua formasi tersebut hampir membentuk garis melintasi kawasan kawah gunung api.

Namun, ukuran dan ketinggian kedua daratan dari permukaan laut hingga kini belum dapat dipastikan.

Daratan baru dekat Gunung Anak Krakatau [Istimewa]

Diduga Terbentuk dari Material Letusan

Interpretasi awal Badan Geologi menunjukkan material magma yang relatif cair keluar secara terus-menerus melalui rekahan memanjang dari arah barat laut menuju tenggara.

Material hasil letusan kemudian menumpuk dan membentuk dua gundukan daratan yang menyerupai pulau.

Kepala Tim Gunung Api Badan Geologi, Heruningtyas Desi Purnamasari, mengatakan asal-usul kedua formasi tersebut masih menjadi pertanyaan.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan proses pembentukannya.

Dosen Departemen Geosains Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, menyebut terdapat dua kemungkinan terkait asal-usul formasi tersebut.

"Ada dua kemungkinan, yaitu lubang letusan baru atau akumulasi material letusan yang menumpuk di bagian dangkal kaldera lama," kata Asri seperti dikutip. 

Menurutnya, jika formasi tersebut ternyata merupakan lubang letusan baru tempat magma keluar, aktivitas vulkanik Anak Krakatau berarti tidak lagi terbatas pada saluran utamanya.

Terekam Tak Sengaja dari Drone

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com