Update Viral Petasan Maulid Nabi Pondok Pinang, Polisi Bergerak

Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:54 WIB
Kepolisian dan kelurahan mengusut pesta petasan tanpa izin di Pondok Pinang yang mengganggu warga. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Polisi dan kelurahan memanggil panitia pesta petasan tanpa izin di Pondok Pinang.

  • Penyalaan petasan hingga pukul 01.00 WIB mengganggu istirahat dan anak berkebutuhan khusus.

  • Penyelenggara acara mengaku hanya berkoordinasi dengan RT/RW tanpa mengantongi izin resmi kepolisian.

Suara.com - Aparat kepolisian bersama Pemerintah Kelurahan Pondok Pinang menindaklanjuti aksi penyalaan petasan tanpa izin yang meresahkan masyarakat di Jalan Keramat 2, Jakarta Selatan. Pesta kembang api berdurasi satu jam saat perayaan Maulid Nabi dan haul keluarga tersebut memicu gelombang protes warga setempat karena berlangsung hingga dini hari.

Tindakan tegas diambil lantaran panitia penyelenggara nekat menyalakan bahan peledak ringan tersebut tanpa memantau dampak lingkungan sosial sekitar. Kelalaian prosedur perizinan resmi ini menjadi titik krusial yang menempatkan kenyamanan warga di atas kepentingan sepihak kelompok tertentu.

Insiden ini menyoroti pentingnya batas toleransi kegiatan keagamaan atau tradisi lokal agar tidak mengangkangi hak istirahat masyarakat umum.

"Sudah monitor, ini pihak-pihak sudah dipanggil ke kantor kelurahan," kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan.

Proses pemanggilan para pihak dilakukan guna mendalami pertanggungjawaban panitia atas gangguan ketertiban umum yang terjadi pada Sabtu (3/10) malam.

"Informasi dari para pihak penyelenggara ya bahwa mereka ini telah berkoordinasi dengan RT/RW setempat gitu ya, dengan Babinsa setempat. Namun memang secara resminya belum diteruskan kepada pihak kepolisian," ucap Dina.

Pernyataan Lurah Pondok Pinang Dina Roslina tersebut mengonfirmasi adanya celah prosedur dalam perizinan acara masyarakat. Pihak penyelenggara hanya mengantongi izin informal tingkat bawah tanpa mengurus izin keramaian dan izin penggunaan kembang api ke kepolisian.

Suara dentuman keras yang bersahut-sahutan hingga pukul 01.00 WIB menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat yang hendak beristirahat. Kebisingan ekstrem tersebut membuat sejumlah balita terbangun dalam kondisi kaget dan menangis histeris.

Kondisi makin memprihatinkan bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus karena suara ledakan berulang memicu trauma serta kecemasan berat. Puncak kekesalan warga meledak ketika seorang ibu memberanikan diri mendatangi lokasi untuk memprotes panitia secara langsung.

Keriuhan di lapangan ini mendadak tular di berbagai platform media sosial setelah rekaman video kekecewaan warga tersebar luas. Polsek Kebayoran Lama bergerak cepat merespons keluhan digital masyarakat dengan turun langsung ke lokasi kejadian.

Peristiwa ini bermula dari acara pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan haul almarhum keluarga penyelenggara. Sayangnya, bagian penutup acara diisi dengan aksi pembakaran petasan dan kembang api berskala besar di tengah permukiman.

Dina Roslina membenarkan bahwa pesta kembang api pada akhir acara tersebut menjadi pemicu utama rusaknya ketenteraman wilayah. Protes keras warga akhirnya memaksa pihak aparat kepolisian dan kelurahan turun tangan memediasi serta memproses pelanggaran tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com