Somasi Tak Dijawab, PBNU Bakal Laporkan 3 Orang soal Tudingan Dana Korupsi Muktamar ke Mabes Polri

Selasa, 06 Oktober 2026 | 18:20 WIB
Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. [Suara.com/Lilis]
BACA 10 DETIK
  • Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan melaporkan tiga orang ke kepolisian di Jakarta pada Selasa.
  • Langkah hukum diambil karena somasi terkait tudingan aliran dana korupsi muktamar tidak dijawab selama lima hari.
  • Pihak pengurus menegaskan sama sekali tidak ada aliran dana hasil korupsi ke arena muktamar.

Suara.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana melaporkan tiga orang ke kepolisian terkait tudingan adanya dana hasil korupsi yang mengalir ke arena Muktamar PBNU. Langkah hukum itu akan ditempuh setelah somasi yang dilayangkan PBNU kepada ketiga orang tersebut tidak mendapatkan jawaban selama lima hari.

Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, penasihat hukum PBNU akan menindaklanjuti somasi tersebut dengan membuat laporan ke Mabes Polri.

"Selama 5 hari belum ada jawaban, maka besok penasihat kami akan menindaklanjuti dengan melaporkan ke kepolisian," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Sebelumnya, ada tiga orang yang melontarkan pernyataan mengenai dugaan aliran uang, suap, operasi uang, hingga klaim aliran dana korupsi senilai Rp480 miliar ke Muktamar ke-35 NU.

Gus Ipul meminta agar tudingan itu disampaikan dengan bukti. Namun, lantaran tidak ada tindak lanjut setelah dilayangkan somasi, pembuktian diharapkan bisa ditunjukkan melalui proses hukum.

"Kita tindak lanjut dan kita minta apa yang sudah dinyatakan itu dibuktikan. Jadi jangan sampai ini dianggap sebagai sebuah kebenaran," ujarnya.

Menurut dia, tudingan yang dinilai dapat berdampak terhadap nama baik dan kepercayaan publik perlu diklarifikasi melalui proses hukum.

Ia mengatakan PBNU memilih jalur hukum untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Jadi jalan yang kami pilih adalah jalan yang memang dijamin oleh konstitusi. Cara ini diharapkan sama-sama memberikan satu bukti tidak asal bicara, tidak asal ngomong, apalagi ini menyangkut hal yang sangat sensitif," tuturnya.

Gus Ipul juga kembali membantah tudingan adanya dana hasil korupsi yang mengalir ke pelaksanaan Muktamar PBNU maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

"Jadi saya ingin tegaskan sekali lagi, saya pastikan tidak ada uang hasil korupsi yang mengalir ke arena Muktamar maupun kepada pihak-pihak yang terlibat di dalam Muktamar," tegasnya.

Ia meminta pernyataan terkait dugaan tersebut tidak dianggap sebagai kebenaran apabila tidak disertai bukti.

"Jangan sampai pernyataan-pernyataan yang tidak ada buktinya itu dipercaya oleh publik dan merusak Muktamar yang telah berjalan dengan baik," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com