- Hakim Konstitusi Asrul Sani menyatakan Mahkamah Konstitusi tidak menemukan dokumen ijazah pendidikan luar negeri Gibran Rakabuming Raka di Jakarta pada 6 Oktober 2026.
- Mantan Presiden Liberia George Weah pernah tidak menamatkan sekolah menengah atas sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan tinggi di Amerika Serikat.
- George Weah memperoleh gelar sarjana dan magister administrasi publik setelah sempat berhenti dari pendidikan menengah atas di masa mudanya.
Suara.com - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabumimg Raka jadi polemik di masyarakat.
Dalam sidang putusan kemarin, Selasa 6 Oktober 2026, Hakim Konstitusi Asrul Sani mengatakan MK tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atau sederajat.
“Mahkamah tidak menemukan dokumen yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma sebagai bukti telah menamatkan pendidikan di luar negeri yang setara dengan sekolah menengah atau sederajat,” kata Asrul dalam persidangan di Gedung MK RI, Jakarta.
Menurut MK, fakta tersebut juga diperkuat keterangan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dalam persidangan.
Dokumen yang ditemukan sebagai pendukung surat penyetaraan bukan berupa ijazah, melainkan certificate of attendance, academic record, dan explanation of grades.
MK kemudian menilai certificate of attendance tidak dapat diposisikan sebagai bukti kelulusan.
“Menurut Mahkamah, certificate of attendance dan dokumen tersebut bukan merupakan bukti kelulusan atau tamat, melainkan merupakan bukti kehadiran dalam proses pembelajaran,” ujar Asrul.
Nah menariknya, dari sekian banyak pemimpin di dunia, ada satu orang yang diketahui hanya lulusan SMP namun bisa jadi presiden, siapa dia?
Tercatat, mantan legenda AC Milan dan Liberia, George Weah diketahui tidak menamatkan pendidikan sekolah menengah atas.
Dalam laporan The Christian Science Monitor pada 11 Oktober 2005, Weah disebut berhenti sekolah setelah tahun ketiga pendidikan menengah atau junior year.
Menariknya saat maju di Pilpres Liberia, Weah melawan Ellen Johnson-Sirleaf, politikus yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi dan pernah menempuh pendidikan di Harvard University.
Johnson-Sirleaf merupakan mantan pejabat keuangan Liberia dan pernah bekerja untuk Bank Dunia serta Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia kemudian memperoleh gelar magister administrasi publik dari Harvard University.
Laporan The Christian Science Monitor menyebut Weah sebagai kandidat yang tidak memiliki pendidikan tinggi di tengah persaingan yang diikuti sejumlah kandidat berpendidikan di Amerika Serikat.
Namun, Weah menolak jika tingkat pendidikan dijadikan ukuran utama untuk menentukan kelayakan seseorang memimpin Liberia.
“Orang yang jujur adalah satu-satunya orang yang benar-benar mulia. Pendidikan tidak berarti sekadar mengumpulkan pengetahuan dan menjalani pelatihan khusus.” kilah Weah saat itu.