- Kementerian PU mempercepat penanganan intrusi air laut di Lampung Selatan guna menyelamatkan delapan ribu hektare sawah.
- BBWS Mesuji Sekampung melakukan normalisasi saluran sepanjang 4,5 kilometer serta perbaikan pintu air dan gorong-gorong.
- Pekerjaan teknis mencakup penggunaan pompa bergerak dan pengerukan sedimentasi untuk memperlancar distribusi air pertanian.
Untuk mengatasi gangguan aliran air, Kementerian PU memanfaatkan pompa bergerak atau mobile pump. Air dari Sungai Way Sekampung dipompa menuju saluran sepanjang sekitar 700 meter agar dapat diteruskan ke jaringan pertanian.
Upaya tersebut juga dibarengi dengan pengangkatan sedimentasi yang menghambat aliran air. Pengerukan dilakukan di Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung–SPS Sragi sepanjang 5,8 kilometer dan SPP Sekampung–SPP Bali Agung sepanjang 5,6 kilometer.
Sebanyak lima unit Excavator Long Arm dikerahkan untuk mengangkat material sedimen dari saluran. Setelah aliran kembali lancar, air dapat diteruskan menuju saluran SPP dan selanjutnya dipompa ke area persawahan.
Pintu Air Jadi Penahan Intrusi Air Asin
Perbaikan Tabat Gayau juga menjadi bagian penting dalam pengendalian tata air di kawasan tersebut. Pintu air ini berfungsi mengatur aliran sekaligus membantu mencegah air asin masuk ke jaringan pertanian.
Pada musim hujan, pintu dapat dibuka untuk membuang kelebihan aliran menuju Sungai Sekampung.
Sementara pada musim kemarau, pintu ditutup untuk menahan intrusi air laut sekaligus mempertahankan air hasil pompanisasi agar tetap berada di saluran SPP.
Kementerian PU berharap rangkaian pekerjaan tersebut mampu membuat distribusi air menuju jaringan pertanian menjadi lebih lancar dan terkendali.