Gus Ipul Dorong Wali Asuh dan Wali Asrama Jadi Teladan bagi Siswa di Padang

Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:42 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Sumatera Barat, Rabu (7/10/2026). (Dok: Kemensos)

“Kalau sebelumnya masuk di Sekolah Rakyat sih, Bapak, cuma dengan bimbingan guru-guru serta tenaga kependidikan yang di SRMP 4 Padang, saya lebih percaya diri untuk tampil ke depannya,” kata Habib.

Ketika ditanya hal yang paling berkesan selama bersekolah, Habib justru menyebut dukungan yang diterimanya dari guru dan tenaga kependidikan.

“Yang berkesan bagi saya adalah support dari guru-guru banget ini. Karena kan kami awalnya berasal dari keluarga yang kurang mampu, kurangnya perhatian, itu yang membuat saya lebih percaya diri,” katanya.

Siswa berikutnya, Erziza Febriani Chaniago, berasal dari Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Ayahnya juga bekerja sebagai buruh harian lepas, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Erziza mengaku sempat ragu apakah dirinya bisa melanjutkan sekolah. Kini, selain belajar, ia aktif menari dan mengikuti cabang olahraga atletik. Berat badannya juga bertambah dari 45 menjadi 49 kilogram sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Awalnya itu saya merasa tidak percaya diri dan saya tidak merasa akan bisa lanjut sekolah. Jadi, saya ragu atas apakah saya bisa lanjut sekolah, apakah saya bisa menjadi orang ke depannya,” kata Erziza.

“Dan atas program Bapak Presiden Prabowo ini, saya sangat senang atas Sekolah Rakyat karena saya bisa berprestasi, berkreasi di sini,” lanjutnya.

Percakapan dengan kedua siswa itu kemudian dibawa Gus Ipul kembali kepada para peserta pelatihan. Ia menunjukkan bahwa perubahan pada anak tidak terjadi hanya karena fasilitas sekolah, tetapi juga melalui pendampingan orang-orang yang setiap hari berada bersama mereka.

Gus Ipul menegaskan tiga hal yang tidak boleh terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi.

“Jangan lakukan tiga hal. Ini dosa besar di dunia pendidikan. Jangan lakukan perundungan, bullying. Jangan lakukan kekerasan fisik maupun seksual. Dan yang ketiga, jangan lakukan intoleransi,” kata Gus Ipul.

Ia meminta seluruh unsur Sekolah Rakyat saling mengawasi dan menggunakan mekanisme pelaporan apabila menemukan indikasi pelanggaran. Identitas pelapor, kata Gus Ipul, akan dilindungi.

“Saya tidak ingin menandatangani untuk memberhentikan para tenaga kependidikan Sekolah Rakyat. Tapi justru sebaliknya, saya ingin menandatangani prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat,” katanya.

Arahan sore itu berlangsung dua arah. Gus Ipul membuka kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang mereka temui selama mendampingi siswa.

Ayub Saputra, wali asuh SRT 3 Provinsi Bengkulu yang telah sekitar enam bulan bertugas, maju menyampaikan pengalamannya. Ketika ditanya Gus Ipul apakah betah menjadi wali asuh, Ayub menjawab mantap, “Betah.”

Ia bercerita melihat perubahan karakter anak berlangsung sedikit demi sedikit, mulai dari kebiasaan bangun pagi hingga kedisiplinan sehari-hari. Pelatihan juga memberinya kesempatan bertukar pengalaman dengan wali asuh dan wali asrama dari daerah lain serta mempelajari cara berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada anak.

Ayub kemudian menyampaikan banyak siswa yang didampinginya bercita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri. Ia menanyakan kemungkinan dukungan lebih lanjut agar anak-anak dapat mempersiapkan diri mengejar cita-cita tersebut.

Gus Ipul mengatakan TNI dan Polri selama ini telah membantu penguatan kedisiplinan siswa. Anak-anak yang memiliki cita-cita tersebut, menurutnya, harus dibimbing agar kemampuan fisik, kedisiplinan, dan akademiknya memenuhi persyaratan.

“Anak-anak yang ingin jadi TNI Polri kita dukung. Kita kuatkan kedisiplinannya, fisiknya kita kuatin, akademiknya juga dikuatin supaya mereka memenuhi syarat. Bukan masuk karena diafirmasi,” kata Gus Ipul.

Namun, ia mengingatkan wali asuh dan wali asrama untuk tetap memahami minat dan bakat setiap anak. Pendampingan tidak boleh memaksakan satu pilihan masa depan kepada siswa.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul juga menjelaskan Sekolah Rakyat saat ini telah menjangkau sekitar 44 ribu siswa di 182 titik di seluruh Indonesia. Sebagai sekolah berasrama, proses pembelajaran tidak berhenti ketika kegiatan akademik selesai.

“Sekolah ini adalah sekolah berasrama, boarding school. Jadi ada sekolahnya, ada pendidikan karakternya. Pada saat sekolah dibimbing oleh guru, pada saat di asrama dia dibimbing oleh wali asuh dan wali asrama untuk pendidikan karakternya,” kata Gus Ipul saat ditemui usai kegiatan.

Menurutnya, karakteristik siswa Sekolah Rakyat memang beragam karena penerimaan tidak menggunakan tes akademik. Anak dijangkau berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga, kemudian dilakukan ground check serta verifikasi dan validasi.

Perbedaan latar belakang tersebut membuat peran guru, wali asuh dan wali asrama semakin penting untuk membantu anak menyesuaikan diri dan mengikuti pembelajaran.

“Secara umum kita lihat anaknya di sini, siswa Sekolah Rakyat yang sudah lebih dari satu tahun memperoleh pembelajaran sudah nampak lebih bugar, pertumbuhan fisiknya bagus, pertumbuhan mentalnya bagus, lebih percaya diri, optimis menghadapi masa depan,” kata Gus Ipul.

Usai memberi arahan Gus Ipul meninjau pameran karya siswa Sekolah Rakyat yang tertata di lokasi acara. Beragam karya dipamerkan, mulai dari lukisan, crochet hingga gantungan kunci buatan para siswa.

Suasana sore semakin semarak ketika siswa SRMP 4 Padang kembali menunjukkan kebolehan mereka. Marching band membawakan lagu “Maju Tak Gentar”, disusul penampilan tari piring dan taekwondo. Gus Ipul menyaksikan satu per satu penampilan tersebut sebelum meninggalkan lokasi.

Turut hadir Senior Eksekutif Universitas Negeri Padang Ganefri, Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan, dan SDM Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Nizam Ul Muluk, Kepala BBPPKS Padang Wildan Humaedi, Kepala SRMP 4 Padang Azizah Batubara, serta jajaran Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial. ***

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com