- Warga bernama Amanda Andono melaporkan penyelenggara acara Maulid Nabi ke Polda Metro Jaya pada Kamis.
- Pelapor mendatangi panitia di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, untuk menegur suara petasan yang sangat bising.
- Amanda bersama anaknya yang berusia 15 tahun diduga mengalami pengeroyokan dan berencana melakukan visum.
Suara.com - Kasus pemasangan petasan pada malam peringatan Maulid Nabi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, memasuki babak baru. Salah seorang warga, Amanda Andono, melaporkan penyelenggara acara ke Polda Metro Jaya atas dugaan pengeroyokan.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Amanda datang ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026) untuk melaporkan peristiwa yang menurutnya terjadi pada Minggu (4/10/2026) dini hari.
“Kedatangan saya hari ini ke Polda untuk melaporkan apa yang terjadi di tanggal 4 Oktober kemarin ya, di hari Minggu,” kata Amanda kepada wartawan.
Pihak yang dilaporkan merupakan penyelenggara acara Maulid Nabi yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Amanda.
“Terlapornya penyelenggara acara,” ujarnya.
Menurut Amanda, acara Maulid Nabi tersebut berlangsung sejak Sabtu (3/10/2026) malam hingga Minggu dini hari. Menjelang acara berakhir, panitia menyalakan petasan yang menurutnya terdengar sangat keras.
Suara petasan itu disebut berlangsung sekitar 10 menit. Amanda mengaku terganggu karena rumahnya hanya berjarak sekitar 200-250 meter dari lokasi acara. Ia kemudian mendatangi lokasi untuk menegur panitia.
“Saya datang ke sana karena berisik, petasan kembang api yang segitu besarnya dan itu bukan hanya dari petasan biasa,” jelas Amanda.
“Dan itu tidak cuma sekali dua kali, tapi itu sampai 10 menit lebih tuh masih dededededer,” imbuhnya.
Namun, menurut Amanda, teguran tersebut justru membuatnya dianggap sebagai provokator. Ia juga mengaku mendapat intimidasi dari sejumlah orang di lokasi acara.
Amanda menyebut dirinya sempat ditarik dan didorong hingga terjatuh ke got. Ia juga mengaku pakaian dalamnya putus akibat tarikan tersebut.
“Jadi setelah itu saya didorong, ditarik. Didorong sampai saya jatuh ke got. Lalu saya ditarik sampai pakaian dalam saya putus gitu,” jelasnya.
Amanda kemudian membuat laporan polisi atas dugaan pengeroyokan. Ia juga berencana menjalani visum untuk memperkuat laporan tersebut.
Selain dirinya, Amanda mengatakan anaknya yang masih berusia 15 tahun turut menjadi korban. Saat kejadian, anaknya disebut ikut berusaha melindungi Amanda ketika terjadi keributan di lokasi.
“Habis ini visum, lalu saya akan ada penyidikan lebih lanjut begitu. Yang divisum saya dan anak saya, anak saya masih 15 tahun jadi masih di bawah umur,” tandasnya.