- Sebanyak 23 dari 26 anggota Wantimpres menghadiri rapat pleno di Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis, 8 Oktober 2026.
- Rapat pleno tersebut membahas usulan pembagian tugas yang fleksibel dan tidak kaku guna menghadapi berbagai isu lintas sektoral.
- Ketua Wantimpres Pratikno menilai formasi 26 anggota memberikan kelebihan berupa kekayaan variasi pengalaman untuk pertimbangan Presiden.
Suara.com - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggelar rapat pleno di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Rapat tersebut dihadiri 23 dari 26 anggota Wantimpres dan salah satunya membahas pembagian tugas masing-masing anggota.
Ketua Wantimpres Pratikno menyadari masing-masing anggota memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda di setiap bidang.
“Ini adalah menjadi kekayaan yang luar biasa untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden. Oleh karena itu pleno ini bagaimana kita membuatnya menjadi lebih efektif,” kata Pratikno.
Melalui pleno, para anggota Wantimpres mengusulkan pembagian tugas dengan membentuk masing-masing bidang yang sesuai. Namun, usulan tersebut belum menjadi keputusan final.
“Tetapi tadi juga disepakati bahwa pembidangan tidak bersifat kaku karena kita juga harus ada, banyak isu yang cross sectoral yang sangat tajam, sangat variasi gitu ya, jadi kita fleksibel dalam pembidangan,” kata Pratikno.
Mengenai kritik terhadap formasi gemuk Wantimpres, dari sebelumnya sembilan anggota kini menjadi 26 anggota, Pratikno menekankan hal itu menjadi sebuah kelebihan.
“Ya kami akan berusaha semaksimal mungkin justru ini adalah keanggotaan yang paling kaya ya, paling kaya dalam artian kekayaan variasi pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi. Jadi kita harapkan justru akan menjadi lebih komprehensif, lebih utuh gitu dengan… bukan hanya pengetahuan dan pengalaman tapi juga kearifan dari masing-masing anggota ya,” tutur Pratikno.
Mengenai rapat pleno, Pratikno memastikan agenda tersebut secara rutin digelar satu bulan sekali dan bertempat di Gedung Kementerian Sekretariat Negara.
“Kan pleno itu satu bulan sekali, tetapi di luar itu kan ada rapat-rapat bidang, ada rapat juga pimpinan dan jajaran kesekretariatan dan seterusnya, dan itu kita sudah setiap sejak dilantik hari Jumat, hari Senin, kita setiap hari masuk ke kantor ya,” kata Pratikno.