Pecahan Proyektil Pertahanan Udara Arab Saudi Membakar Pesawat Saudia Airlines di Bandara Riyadh

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:39 WIB
Pesawat milik maskapai penerbangan Saudia Airlines (Shutterstock).
BACA 10 DETIK
  • Pesawat Saudia Airlines terbakar di Bandara Riyadh akibat terkena pecahan proyektil rudal Houthi.

  • Houthi mengintensifkan serangan ke bandara dan fasilitas energi untuk melumpuhkan wilayah udara Riyadh.

  • Puing rudal pencegat juga menghantam taman kanak-kanak dan kompleks medis di ibu kota.

Suara.com - Pencegatan serangan milisi Houthi oleh pasukan militer Kerajaan Arab Saudi memicu kebakaran hebat pada satu unit pesawat Saudia Airlines di ibu kota Riyadh. Benturan pecahan proyektil menembus badan pesawat komersial yang tengah berhenti di area parkir terminal penerbangan tersebut pada Kamis (8/10).

Insiden ini memperlihatkan kerapuhan keamanan penerbangan sipil di tengah meningkatnya ancaman udara langsung ke jantung pemerintahan Saudi. Kelompok pemberontak asal Yaman itu kini secara terbuka mengincar infrastruktur vital penerbangan dan titik energi strategis untuk melumpuhkan aktivitas ekonomi musuhnya.

Ancaman geopolitik ini memaksa otoritas setempat menginstruksikan pengamanan ketat di kawasan pemukiman warga serta fasilitas umum. Tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa tak ada penumpang saat peristiwa terjadi karena pesawat saat itu sedang diparkir di terminal bandara.

Pesawat Saudia Airlines dilaporkan membawa Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dari Maladewa ke Singapura pada Kamis (14/7/2022). (Foto: AFP)

Kendati begitu, mereka tidak menutup kemungkinan adanya korban luka akibat insiden ini.

Serangan mendadak tersebut menandai eskalasi pertempuran yang kian tidak terkendali di kawasan Semenanjung Arab.

Houthi mengaku telah menyerang bandara-bandara Riyadh dan memperingatkan para pekerja untuk menjauhi pembangkit energi karena akan menjadi sasaran mereka.

Gumpalan material pembakaran berukuran besar membubung tinggi di atas langit area bandara tak lama setelah ledakan terjadi. Dalam video yang diverifikasi Reuters, terlihat kolom asap hitam tebal membubung dari bandara Riyadh, beserta kobaran api.

Pemerintah Arab Saudi, otoritas penerbangan sipil, maupun Saudia Airlines hingga kini belum menanggapi permintaan komentar Reuters.

Hantaman akibat pencegatan sistem pertahanan udara ternyata tidak hanya berdampak pada kawasan bandara saja. Para pejabat Saudi juga mengabarkan bahwa puing-puing dari rudal yang dicegat pasukan Saudi telah menghantam taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.

Kondisi darurat ini mendorong sejumlah perwakilan asing dan lembaga pendidikan segera merespons ancaman bahaya. Beberapa diplomat mengatakan mereka telah menerima peringatan dari otoritas Saudi dan beberapa sekolah di ibu kota memberi tahu orang tua murid untuk berlindung di tempat aman selama kurun waktu ini.

Peristiwa ini berakar dari intensifikasi perseteruan bersenjata antara militer Arab Saudi dan kelompok milisi Houthi dari Yaman yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Houthi secara konsisten meluncurkan rudal balistik serta drone berpeledak ke wilayah Saudi sebagai balasan atas keterlibatan koalisi militer dalam perang saudara Yaman.

Target serangan Houthi berulang kali mengincar pusat-pusat logistik, kilang minyak, dan bandara internasional guna memukul perekonomian serta jalur transportasi Arab Saudi. Langkah pencegatan pertahanan udara sering kali menyisakan puing-puing jatuh yang memicu kerusakan sekunder di kawasan pemukiman dan fasilitas umum Riyadh.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com