Dulu Kapolres Malang saat Tragedi Kanjuruhan, Sekarang Apa Jabatan Kombes Ferli Hidayat?

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:47 WIB
Ferli Hidayat saat menjadi Kapolres Malang pada 2022. [Wikipedia Common/ Danangpri]
BACA 10 DETIK
  • Kombes Ferli Hidayat resmi dikukuhkan sebagai Koorspripim Polri oleh Kapolri.
  • Perwira ini pernah menjabat Kapolres Malang saat Tragedi Kanjuruhan.
  • Kombes Ferli Hidayat merupakan lulusan Akpol dan Magister Hukum Undip.

Suara.com - Kombes Pol Ferli Hidayat resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Polri setelah sebelumnya mengisi posisi pejabat sementara.

Penetapan posisi penting ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1585/VII/KEP./2026 tertanggal 31 Juli 2026.

Pengangkatan tersebut menandai babak baru dalam rekam jejak kariernya di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

Nama Ferli Hidayat sebelumnya sempat menjadi sorotan publik saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Malang.

Jejak Ferli Hidayat di Tragedi Kanjuruhan

Pada awal Oktober 2022, jabatan Ferli sebagai Kapolres Malang harus berakhir imbas insiden tragis di Stadion Kanjuruhan.

Kapolri Jenderal saat itu, Listyo Sigit Prabowo mencopot dirinya secara resmi dari jabatan tersebut pada 3 Oktober 2022.

Tragedi Kanjuruhan meletus seusai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022.

Peristiwa kelam tersebut memicu kerusuhan massal yang menimbulkan duka mendalam bagi dunia olahraga nasional.

Laporan akhir mencatat sebanyak 135 orang meninggal dunia dan 330 orang lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Evaluasi besar-besaran di tubuh kepolisian pun dilakukan guna merespons dinamika penanganan keamanan saat itu.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat pada saat memberikan keterangan kepada media, di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Polres Malang)

Pendidikan Ferli Hidayat 

Sebelum peristiwa tersebut dan dinamika kariernya di Mabes Polri, Ferli Hidayat memiliki latar belakang pendidikan yang terbilang solid.

Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara pada periode 1998 hingga 2001.

Lulus dari sekolah menengah, ia melanjutkan pengabdiannya dengan masuk ke Akademi Kepolisian pada 2001.

Ferli menyelesaikan pendidikan kepolisian tersebut pada 2004 sebagai bagian dari Batalyon Tatag Trawang Tungga.

Ferli Hidayat tidak hanya menyelesaikan pendidikan kepolisian, ia juga mengambil jenjang pendidikan tinggi.

Ferli berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Widya Mataram Yogyakarta pada 2009.

Ia kemudian melanjutkan studi ke tingkat magister untuk memperdalam pemahaman di bidang hukum. Pada 2013, perwira menengah ini sukses meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Diponegoro.

Karir Ferli Hidayat 

Perjalanan karier kepolisiannya dimulai dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta usai menyelesaikan pendidikan awal di Akpol.

Guna menunjang kompetensi organisasinya, ia menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2009 hingga 2011.

Pascastudi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, ia dipercaya memegang amanah sebagai Kepala Satuan Pembinaan Taruna di Akpol pada 2011.

Tugas tersebut menuntut peran aktif dalam membina calon perwira muda di lingkungan Korps Pembinaan Taruna dan Siswa.

Pengalaman penugasan lapangan Ferli berlanjut ke wilayah hukum Polda Kalimantan Timur. Di sana, ia dipercaya mengemban tugas sebagai Paur STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Kaltim.

Kariernya di bidang lalu lintas makin teruji saat ia dipercaya menjadi Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Berau.

Pengalaman teknis di kepolisian resor ini memperkuat kecakapannya dalam bidang manajemen lalu lintas dan pelayanan publik.

Sebelum menjabat sebagai Kapolres Malang, Ferli juga pernah menduduki posisi strategis di lingkungan Mabes Polri.

Ia tercatat pernah bertugas sebagai Kasubbagbungkol Sipripim Mabes Polri yang menangani koordinasi kepemimpinan.

Kini, sebagai Koorspripim Polri yang sah, Ferli mengemban tanggung jawab mendasar dalam mendukung operasional pimpinan tertinggi kepolisian.

Posisi ini bertugas membantu pelaksanaan kedinasan serta tugas-tugas khusus dari Kapolri dan Wakapolri.

Pengukuhan ini menunjukkan rotasi serta dinamika pembinaan karier perwira yang terus berjalan di tubuh Polri.

Rekam jejak panjang, kombinasi pendidikan, dan pengalaman penugasan menjadi bagian penting dalam perjalanan perwira menengah ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com