MBG Prasmanan Diklaim Kurangi Makanan Terbuang, Jam Istirahat Siswa Bertambah

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 14:23 WIB
Uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SDN Soprayan, Bangunkerto, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Dok: Istimewa).
BACA 10 DETIK
  • SDN Soprayan di Sleman menguji coba program Makan Bergizi Gratis sistem prasmanan untuk mengurangi sisa makanan.
  • Pihak sekolah menambah durasi istirahat pertama dan melibatkan siswa terpilih guna memperlancar pembagian makanan.
  • Uji coba yang dipantau SPPG Bangunkerto 2 ini menunjukkan hasil makanan selalu habis tanpa sisa.

Murwoko menyampaikan terdapat satu hingga dua guru yang membantu pelaksanaan MBG di luar tugas mereka sebagai wali kelas atau guru kelas. Pembagian tugas itu dilakukan agar tanggung jawab mengelola kelas tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan program makan bergizi.

Di sisi lain, Murwoko menilai MBG memberikan manfaat bagi siswa, terutama karena mereka memperoleh asupan makanan di sekolah. Ia mengatakan keberadaan program tersebut juga dapat mengurangi kebiasaan siswa membeli jajanan ringan yang kurang mengenyangkan.

Sejauh Ini Tak Ada Sisa

Kepala SPPG Bangunkerto 2 Turi, Deri Yusni Elsa Mahendra, mengatakan prasmanan membuat siswa lebih leluasa menentukan porsi sesuai selera dan kebutuhan masing-masing.

"Jadi mereka lebih bisa mengambil sesuai selera dan kondisi masing-masing," kata Deri.

Dari sisi operasional dapur, Deri menyebut uji coba tersebut belum menambah jumlah produksi makanan. SPPG tetap menyiapkan makanan sesuai standar porsi yang berlaku.

Namun, SPPG menyediakan cadangan makanan sekitar 10 persen selama masa percobaan untuk mengevaluasi kecukupan porsi dan kebutuhan siswa.

"Tetap per hari kita evaluasi dari sisa makanannya atau apanya. Tapi alhamdulillah sampai sekarang ini selalu habis kondisi pulang, tray-nya semua habis," ujarnya.

Dari sisi kebersihan, Deri menilai sistem prasmanan memungkinkan suhu makanan dipantau sejak proses penyiapan hingga tiba di sekolah. Ia menyebut petugas siswa juga menggunakan alat pelindung diri (APD), sedangkan siswa lain diarahkan mencuci tangan sebelum mengambil makanan.

"Untuk secara higienitas mungkin makanan lebih fresh ya, lebih terjamin karena masuk ke dalam wadah besarnya itu suhunya kita ukur, sampai sekolah pun kita datang kita ukur," ucapnya.

Kendati demikian, pelaksanaan prasmanan masih berstatus uji coba. Deri mengatakan SPPG akan terus memantau dan mencatat hasil evaluasi dari pelaksanaan sehari-hari.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com