Tawarkan Beasiswa S2 untuk Warga Rempang, Menteri Transmigrasi: Jangan Cuma Mau Jadi Buruh!

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:05 WIB
Warga Batam mendatangi Kantor BP tolak relokasi Rempang [suara.com/ist]
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Transmigrasi berencana mengembangkan Kampus Patriot di Tanjung Banon, Rempang, guna menyediakan akses pendidikan tinggi bagi warga lokal.
  • Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan program tersebut mencakup pemberian beasiswa jenjang S1 hingga S2.
  • Inisiatif ini bertujuan agar masyarakat lokal dapat mengisi posisi profesional dan manajerial saat industri berkembang di wilayahnya.

Suara.com - Masyarakat lokal Rempang, Batam, diharapkan tak sekadar menjadi buruh ketika industri berkembang di wilayah mereka.

Kementerian Transmigrasi menyiapkan pengembangan pendidikan melalui Kampus Patriot di kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco-City, termasuk rencana beasiswa bagi warga lokal hingga jenjang magister atau S2.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pendidikan perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia usaha agar masyarakat setempat memiliki peluang mengisi posisi profesional di industri yang tumbuh di daerahnya.

"Kami ingin memberdayakan, menemukan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Transmigrasi menjembatani antara dunia usaha dengan dunia pendidikan supaya pendidikan yang mereka sekolah ini berdampak kepada masyarakat," kata Iftitah saat acara Festival Kementerian Transmigrasi di Batam, Sabtu (10/10/2026).

Iftitah menegaskan, warga lokal tidak seharusnya harus pergi jauh untuk mengakses pendidikan tinggi. Pemerintah berencana membuka akses pendidikan melalui Kampus Patriot, termasuk dukungan beasiswa bagi masyarakat setempat.

"Saya juga tidak ingin masyarakat lokal ini jauh-jauh sekolah ke luar. Kalau mau sekolah di ITB, di UI, di Undip, ITB, sekolah di sini saja, tidak perlu jauh-jauh. S1-nya nanti kita buka dengan beasiswa untuk yang masyarakat lokal, S2-nya," katanya.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara usai menghadiri acara Festival Kementerian Transmigrasi di Batam, Sabtu (10/10/2026). [Suara.com/Lilis]

Menurut Iftitah, bekal pendidikan tinggi diharapkan membuat masyarakat lebih siap mengisi kebutuhan tenaga kerja saat industri di Batam berkembang.

Mereka diharapkan memiliki kesempatan menduduki posisi manajerial maupun staf profesional, bukan hanya bekerja di level buruh.

"Sehingga nanti ketika industri-industri ini berkembang di Batam, ya insyaallah juga akan ada percepatan begitu, mereka sudah siap bekerja. Jadi tidak lagi pada level yang buruh begitu. Levelnya sudah level manajer, level office," jelas Iftitah.

Ia menilai, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu kunci agar masyarakat lokal ikut menikmati manfaat pertumbuhan industri, alih-alih hanya menyaksikan perubahan di wilayah tempat tinggal mereka.

"Oleh karena itu yang kita lakukan adalah memampukan masyarakat lokal supaya betul-betul mereka betul-betul berkembang dan tidak hanya menjadi penonton," ujarnya.

Iftitah menambahkan, bangunan Kampus Patriot di kawasan Tanjung Banon telah tersedia dengan konsep modular box.

Ia berharap pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Rempang dapat menjadi proyek percontohan untuk diterapkan di kawasan transmigrasi lain.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com