Warga Tangsel Berpeluang Kebagian Jalur MRT, Ini Kata Pramono

Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Bagaskara)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang perluasan rute MRT Timur-Barat hingga Tangerang dan Tangerang Selatan pada 12 Oktober 2026.
  • Proyek kerja sama pemerintah pusat dan daerah ini sedang menjalankan fase pertama yang mencakup pembebasan lahan serta pembentukan tim pelaksana.
  • Perluasan rute lanjutan bergantung pada kelancaran fase pertama tahap kedua serta pembangunan depo di wilayah Rorotan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang perluasan rute MRT Timur-Barat hingga Tangerang, bahkan Tangerang Selatan.

Hal itu disampaikan Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk proyek tersebut kini telah memasuki fase pertama.

Menurut Pramono, pembebasan lahan sudah dimulai dan tim pelaksananya telah dibentuk.

"Jadi sekarang ini, pada fase pertama kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk MRT barat-timur itu sudah dimulai," ujarnya.

Pramono menyebut perluasan rute ke arah barat bergantung pada kelancaran fase pertama tahap kedua dan pembangunan depo di Rorotan.

"Kalau fase pertama kedua ini berjalan lancar, termasuk nanti untuk depo yang ada di Rorotan berjalan lancar, maka kemungkinan untuk MRT timur-barat sampai dengan Tangerang, bahkan ada keinginan sampai dengan Tangerang Selatan, Insyaallah akan bisa diwujudkan," tutur eks Sekretaris Kabinet (Seskab) tersebut.

Untuk menguatkan optimismenya, Pramono mencontohkan perkembangan Transjakarta yang kini melayani warga hingga ke kota-kota penyangga.

"Dulu, orang tidak membayangkan bahwa Transjakarta bisa berkembang menjadi Transjabodetabek," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Transjabodetabek rute Bogor kini melayani rata-rata 10.000 penumpang per hari, jauh melampaui rencana awal sebanyak 2.000 penumpang.

Rute Transjabodetabek menuju bandara, kata Pramono, kini bahkan melayani rata-rata 7.000-an penumpang.

"Alhamdulillah, Transjabodetabek juga bisa survive. Saya masih ingat waktu itu apa, flag-off nya saya kasih ke Bu Rani tuh," kenang sang politisi senior.

Pramono berharap, pengaturan yang lebih baik dapat membuat layanan transportasi di Jakarta semakin luas dan terintegrasi satu sama lain. 

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com