Blok M Dibikin Jepang, Pasar Baru ala Korea, Kota Tua Bergaya Eropa

Senin, 12 Oktober 2026 | 17:50 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana penataan empat kawasan tematik budaya di koridor MRT pada Senin, 12 Oktober 2026.
  • Pemerintah menata Blok M bernuansa Jepang, Pasar Baru ala Korea mulai 2027, Glodok sebagai Pecinan, serta Kota Tua berkonsep Eropa.
  • Proyek penataan kawasan perkotaan berbasis transit ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata ibu kota secara berkelanjutan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merancang empat kawasan tematik di sepanjang koridor MRT selatan-utara dengan nuansa budaya dari sejumlah negara.

Rencana penataan kawasan perkotaan berbasis transit tersebut diumumkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Senin (12/10/2026).

Penataan itu diselaraskan dengan proyek MRT koridor Pondok Labu hingga Kota Tua.

Pemerintah daerah sebelumnya telah meneken kesepakatan bersama pengembang untuk menata kawasan Blok M menjadi area berorientasi transit sekaligus meremajakan terminal bus.

Kawasan transit Blok M diproyeksikan memiliki atmosfer ala Jepang untuk menarik warga dan wisatawan.

Sementara itu, sentra niaga bersejarah Pasar Baru bakal ditata menyerupai distrik perbelanjaan ternama di Korea Selatan mulai 2027.

Pramono memaparkan konsep kawasan kuliner malam di Pasar Baru dan Glodok tersebut.

"Di Pasar Baru, bayangan saya adalah menjadi tempat kuliner 24 jam malam kayak Myeong-dong. Jadi Pasar Baru tipikalnya Korea. Kalau Blok M udahlah, agak Jepang-jepangan dikit juga nggak papa. Baru kemudian nanti kita akan ke Glodok, Kota Tua, Glodok Pecinan. Udahlah, kalau Glodok Pecinan nggak perlu dijelaskan, pasti pecinan makanannya. Dan baru di ujungnya adalah Kota Tua," paparnya.

Destinasi cagar budaya Kota Tua juga dirancang untuk menarik wisatawan berdaya beli tinggi dari Eropa.

"Kota Tua akan kami buat untuk middle-up. Artinya, mudah-mudahan turis yang datang dari Eropa. Sehingga dengan demikian, suasananya pun akan suasana yang lebih mendekati agak Eropa-eropaan. Itulah yang saya yakin pasti akan membuat Jakarta juga berbeda," ucap Pramono.

Penataan empat kawasan tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata ibu kota secara berkelanjutan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com