BPDP Salurkan Beasiswa SDM Perkebunan 2026 ke 5.000 Mahasiswa, Melonjak Dibanding Tahun Lalu

Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:12 WIB
Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • BPDP menyalurkan beasiswa pendidikan perkebunan kepada 5.000 mahasiswa untuk memperkuat sektor perkebunan nasional pada tahun 2026.
  • Sebanyak 570 mahasiswa di Jawa Barat dan DKI Jakarta mengikuti pembinaan mental, fisik, dan disiplin guna menghadapi dunia kerja.
  • Penerima beasiswa diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan pekebun sawit di berbagai daerah Indonesia setelah lulus.

Suara.com - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu upaya untuk memperkuat masa depan sektor perkebunan Indonesia.

Melalui Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memberikan kesempatan pendidikan kepada 5.000 mahasiswa, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 400 penerima.

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses pendidikan, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor perkebunan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin Kebun (Bintalfisdisbun), yang menjadi bagian dari pembekalan bagi para penerima beasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.

Di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, kegiatan ini diikuti 570 mahasiswa dari lima perguruan tinggi mitra, yakni Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Institut Teknologi Sains Bandung, Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Universitas Borobudur, dan Universitas Nusa Bangsa.

Direktur Utama BPDP Eddy Abdurrachman mengatakan, kemajuan sektor perkebunan tidak terlepas dari kualitas SDM yang mengelolanya. Karena itu, mahasiswa penerima beasiswa perlu mempersiapkan diri tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam menghadapi tantangan di lapangan.

“Penguasaan ilmu kebun dan teknologi pertanian saja tidak cukup. Di dunia kerja dan industri perkebunan, kalian akan berhadapan dengan tantangan lapangan yang dinamis, cuaca yang menantang, serta tuntutan kedisiplinan dan kepemimpinan yang tinggi,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, kegiatan Bintalfisdisbun dirancang untuk membangun kedisiplinan, etos kerja, ketangguhan, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan. Berbagai kemampuan tersebut diharapkan menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani pendidikan maupun menghadapi lingkungan kerja nantinya.

Ia menegaskan, pembinaan tersebut bukan dimaksudkan untuk membebani mahasiswa, melainkan membantu mereka membangun karakter yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan industri perkebunan.

Pembinaan penerima Beasiswa SDM Perkebunan 2026 dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Aceh, Riau, Padang, Jambi, Yogyakarta, Samarinda, Banjarmasin, dan Makassar.

Khusus di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, kegiatan berlangsung melalui kerja sama dengan Yonbekang 1/Tribhakti Yudha/1 Kostrad. Para mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan yang menekankan kedisiplinan, ketangguhan, kerja sama, dan kepemimpinan.

Diharapkan Berkontribusi bagi Pekebun

Selain menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja, program beasiswa ini juga diharapkan dapat mendorong kontribusi generasi muda terhadap pembangunan perkebunan di daerah.

Eddy mengingatkan bahwa kesempatan pendidikan yang diterima mahasiswa perlu diiringi tanggung jawab untuk memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh bagi masyarakat.

Ia mendorong para penerima beasiswa agar kelak turut mendukung pengembangan kebun rakyat, memperkuat kelompok tani, serta membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit di daerah masing-masing.

“Setelah lulus nanti, kalian harus kembali untuk membangun kebun rakyat, memperkuat kelompok tani, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit di daerah masing-masing. Karena kalian adalah bagian dari masa depan sawit Indonesia,” kata Eddy.

Melalui Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026, BPDP berharap semakin banyak generasi muda yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensi untuk mendukung kemajuan sektor perkebunan Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com