- PT Artajasa Pembayaran Elektronis meluncurkan Artajasa Global Talent Readiness Program bekerja sama dengan platform ELSA Business.
- Program pelatihan berbasis kecerdasan buatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris serta kepercayaan diri karyawan.
- Inisiatif yang dimulai pada Agustus 2026 ini dirancang untuk menjawab tantangan komunikasi di era konektivitas global.
Suara.com - Transformasi digital telah mendorong konektivitas global ke titik tertinggi. Kolaborasi lintas negara kini menjadi rutinitas yang tak bisa dihindari dari aspek personal maupun industri.
Namun, tingginya kecepatan adopsi infrastruktur digital sering kali terhambat oleh kemampuan komunikasi sumber daya manusia (SDM).
Kecerdasan buatan (AI) pun mulai dimanfaatkan untuk membantu mengatasi hambatan bahasa ini. Teknologi ini juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kerja agar mampu menghadapi tuntutan industri global.
Langkah tersebut turut dilakukan salah satu penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran nasional. Mereka mengambil langkah taktis untuk merombak strategi pengembangan talenta mereka.
PT Artajasa Pembayaran Elektronis, pengelola jaringan ATM Bersama, melakukannya lewat program Artajasa Global Talent Readiness Program.
Dalam program tersebut, Artajasa bekerja sama dengan ELSA Business, platform pembelajaran bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan. Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri karyawan saat berkomunikasi dengan mitra internasional.
Inisiatif ini juga sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin terhubung melalui teknologi digital dan kolaborasi lintas negara.
Kebutuhan Komunikasi Meningkat di Era Digital
Artajasa mengelola infrastruktur sistem pembayaran yang terhubung dengan berbagai institusi dan terminal di Indonesia. Layanannya juga mencakup sejumlah sektor, mulai dari telekomunikasi hingga transportasi dan perdagangan elektronik.
Seiring dengan perkembangan bisnis dan meluasnya kerja sama lintas negara, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan karyawan.
Namun, penguasaan bahasa Inggris tidak hanya berkaitan dengan pemahaman materi. Kepercayaan diri saat berbicara, menyampaikan ide, atau melakukan presentasi di hadapan mitra asing juga menjadi tantangan tersendiri.
Melalui program pelatihan berbasis AI, karyawan dapat berlatih secara mandiri dan fleksibel. Teknologi ini memberikan umpan balik terkait pelafalan dan kefasihan berbicara sehingga peserta dapat mengevaluasi kemampuan mereka secara bertahap.
Kembangkan Talenta Berbasis AI
Memasuki fase kedua pada Agustus 2026, program ini menghadirkan fitur evaluasi berbasis AI yang memberikan umpan balik terhadap kemampuan berbicara peserta.
Senior Vice President People & Corporate Affairs Artajasa, Sandy Surya Nugraha, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.