Desa di Lumajang Capai Nol Persen Stunting, Jadi Pemacu Pencegahan di Wilayah Lain

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:47 WIB
Ilustrasi Nol Persen Stunting. (Pixabay)
BACA 10 DETIK
  • Desa Tempeh Tengah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berhasil mencapai angka nol persen kasus stunting.
  • Keberhasilan tersebut disampaikan oleh Ketua TP PKK Lumajang, Dewi Natalia, pada hari Kamis, 15 Oktober 2026.
  • Capaian itu diharapkan dapat memotivasi desa lain untuk memperkuat edukasi gizi dan kolaborasi lintas sektor.

Suara.com - Desa Tempeh Tengah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan mencapai angka stunting 0 persen. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain untuk memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi keluarga dan kolaborasi lintas sektor.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia mengatakan, keberhasilan mencegah stunting berawal dari keluarga, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak agar upaya tersebut berjalan berkelanjutan.

"Upaya mencegah stunting dimulai dari keluarga, tetapi keberhasilannya membutuhkan dukungan banyak pihak," kata Dewi dalam keterangannya di Lumajang, Kamis (15/10/2026), mengutip dari ANTARA.

Menurut Dewi, capaian Desa Tempeh Tengah menjadi penyemangat bagi Kabupaten Lumajang untuk terus memperkuat edukasi keluarga, meningkatkan peran kader, serta membangun kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ia menekankan, upaya mewujudkan desa bebas stunting memerlukan koordinasi antara kader PKK, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Dewi menilai kader PKK memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga. Kedekatan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

Dewi menjelaskan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui perhatian terhadap kesehatan ibu, pemantauan pertumbuhan balita, penerapan pola asuh yang tepat, serta pemanfaatan layanan kesehatan dasar.

Keluarga juga perlu mendapatkan informasi yang benar dan pendampingan sesuai kebutuhan anak. Dalam hal ini, kader PKK dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu untuk memperkuat edukasi serta membantu keluarga memperoleh informasi terkait kesehatan dan pemenuhan gizi anak.

Selain memperkuat edukasi, evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan kegiatan pencegahan berjalan efektif dan dapat terus diperbaiki sesuai kebutuhan masyarakat.

Dewi berharap capaian Desa Tempeh Tengah dapat mendorong desa-desa lain di Kabupaten Lumajang untuk memperkuat pencegahan stunting berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

"Selanjutnya mari saling menguatkan, terutama dalam mewujudkan 'Desa Bebas Stunting' di Lumajang," tuturnya.

Ia menegaskan, keterlibatan keluarga, kader, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan upaya pencegahan stunting serta mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com