-
Warga asing memborong minuman dingin dan es krim untuk warga di antrean BBM Bali.
-
Aksi simpatik yang viral di media sosial ini menuai pujian serta kritik bagi pemerintah.
-
Kelangkaan BBM di Bali memaksa warga mengantre panjang di bawah terik matahari.
Suara.com - Seorang warga negara asing memborong minuman dingin dan es krim untuk dibagikan langsung kepada pengendara yang terjebak antrean bahan bakar minyak di Bali. Langkah spontan ini memberikan kesegaran instan di tengah cuaca terik dan derita kelangkaan BBM yang masih melanda wilayah tersebut.
Aksi sosial bule tersebut mendadak viral setelah rekaman videonya diunggah oleh akun Instagram @Suara_bali_id. Kehadiran kepedulian dari warga asing ini menjadi kontras tajam di tengah kejenuhan publik terhadap penanganan krisis energi lokal.
Inisiatif pribadi ini membuktikan bahwa simpati kemanusiaan dapat hadir tanpa sekat kewarganegaraan di saat masyarakat paling membutuhkannya. Kepedulian sederhana tersebut terbukti ampuh mengukir senyum pada wajah warga yang kelelahan menanti giliran pengisian bahan bakar.
Satu per satu pengemudi kendaraan bermotor yang berdiri di bawah sengatan matahari menerima bantuan minuman tersebut dengan wajah lega. Suasana tegang di area SPBU pun seketika mencair berkat gestur manis yang tidak disangka-sangka tersebut.
Respon hangat masyarakat langsung memenuhi kolom komentar media sosial seiring meluasnya rekaman video viral tersebut. Banyak pengguna internet menyampaikan apresiasi mendalam atas kepekaan sosial sang warga asing di lokasi kejadian.
Beberapa netizen memberikan pujian unik terkait kontrasnya penampilan luar sang bule dengan kebaikan hatinya. Seorang netizen menuliskan komentar, "Tampang body udah kaya tukang pukul hatinya ternyata hello kitty ".
Deretan komentar warganet juga diwarnai nada kritis yang membandingkan aksi warga asing tersebut dengan peran pihak berwenang. Sindiran tajam terlontar dari masyarakat yang merasa empati justru datang dari pihak luar.
Salah satu tanggapan sinis pengagum aksi tersebut menyinggung kinerja jajaran pejabat publik secara gamblang. Seorang netizen berkomentar, "Sederhana, tapi pemerintah konoha gak bisa".
Kritik tajam lainnya bahkan terlontar langsung kepada pemangku kebijakan energi di tingkat nasional. Netizen lain menuliskan, "Bahlil ga keliatan BATANG BIJI nya kalo udah kek gini".
Kekecewaan publik yang mendalam memicu munculnya narasi ekstrim dari netizen di ruang digital. Seorang pengguna internet menuliskan, "BULE INI JAUUUH LEBIH BERHARGA DARIPADA PEJABAT2 BABI KONOHA".
Ungkapan frustrasi tersebut bahkan berlanjut pada wacana kepemimpinan ideal menurut pandangan sebagian masyarakat online. Netizen menyuarakan gagasan, "Kyk nya negara harus di pimpin sama orang dari negara lain kali ya. Biar punya rasa k9asih n peduli yg sangat tinggi serta menghargai."
Peristiwa manis ini berlatar belakang fenomena kelangkaan bahan bakar minyak yang melumpuhkan sebagian aktivitas transportasi di Pulau Dewata. Antrean panjang kendaraan bermotor kerap mengular hingga keluar area SPBU di berbagai kawasan strategis.
Kondisi cuaca panas ekstrem kian memperburuk beban mental para pengendara yang wajib mengantre berjam-jam demi mendapatkan pasokan pas energi. Kehadiran aksi bagikan minuman dingin oleh warga asing tersebut menjadi peneduh singkat di tengah situasi krisis yang belum sepenuhnya terurai.
Kekinian, Pertamina Patra Niaga mengerahkan empat truk tangki sebagai armada perbantuan dari Banyuwangi ke Bali untuk membantu mempercepat distribusi BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
“Masing-masing berkapasitas 16 kiloliter,” kata Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi di Denpasar, Bali, Kamis.