Karhutla Kaltim Capai 8.713 Hektare tapi Tak Masuk 6 Provinsi Prioritas BNPB, Kok Bisa?

Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:29 WIB
Ilustrasi - Asap akibat karhutla di Kelurahan Sepan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim pada 19 Agustus 2026. [Antara/ HO-BPBD PPU]
BACA 10 DETIK
  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana tidak mencantumkan Kalimantan Timur dalam enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan.
  • Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat luas area terdampak kebakaran hutan telah mencapai delapan ribu tujuh ratus tiga belas koma empat belas hektare hingga tiga belas Oktober dua ribu dua puluh enam.
  • Kota Samarinda memperpanjang status tanggap darurat kekeringan akibat hari tanpa hujan serta penurunan pasokan air bersih dan kualitas udara yang memburuk.

Suara.com - Kalimantan Timur (Kaltim) tidak tercantum dalam daftar enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 12 Oktober 2026.

Padahal, data Pemerintah Provinsi Kaltim mencatat luas area terdampak karhutla di wilayah tersebut telah mencapai 8.713,14 hektare hingga 13 Oktober 2026.

Enam provinsi yang masuk dalam laporan prioritas BNPB adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

Tidak adanya Kaltim dalam daftar tersebut menjadi perhatian di tengah tingginya kejadian kebakaran dan ancaman kabut asap di sejumlah wilayah provinsi itu.

Berdasarkan data BNPB yang disampaikan Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto pada 12 Oktober 2026, luas karhutla yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi tersebut mencapai 639,23 hektare.

Sementara itu, total luas lahan terbakar yang dilaporkan mencapai 129.899,59 hektare, dengan 129.260,36 hektare di antaranya telah dipadamkan.

Ribuan Hektare di Kaltim Terdampak Karhutla

Data rekapitulasi Pusdalops-PB BPBD Provinsi Kalimantan Timur hingga 13 Oktober 2026 menunjukkan, karhutla telah mencapai 2.162 kejadian dengan luas area terdampak 8.713,14 hektare.

Kebakaran juga masih terjadi sepanjang Oktober.

Dalam periode 1–13 Oktober 2026, tercatat 311 kejadian dengan luas area terdampak mencapai 1.013,88 hektare, atau sekitar 11,6 persen dari total luas terdampak sepanjang tahun ini.

Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luas area terdampak terbesar, yakni 2.840,53 hektare.

Posisi berikutnya ditempati Kutai Barat dengan 1.351,34 hektare, sedangkan Kabupaten Paser mencatat frekuensi kejadian tertinggi, sebanyak 558 kejadian.

Angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla di Kaltim bukan persoalan kecil.

Samarinda Hadapi Asap dan Kekeringan

Ancaman karhutla di Kaltim juga beriringan dengan kekeringan yang berdampak pada ketersediaan air bersih dan kualitas udara.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com