Polemik Ijazah Palsu Buat Elektabilitas Gibran Tergerus? SMRC: Besok Kita Rilis Datanya

Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:25 WIB
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. (Suara.com/Hiksia)
BACA 10 DETIK
  • Mahkamah Konstitusi menyatakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tidak memiliki ijazah sekolah menengah sesuai persyaratan Pilpres 2024.
  • Pendiri SMRC Saiful Munjani menyampaikan pada Kamis (15/10/2026) di Jakarta bahwa polemik tersebut menurunkan elektabilitas Gibran.
  • Saiful menyarankan agar parlemen menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi serta menyarankan Gibran menunjukkan ijazahnya atau mundur.

Suara.com - Melalui Putusan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming tidak memiliki ijazah sekolah menengah atau sederajat yang sesuai dengan persyaratan pendaftaran peserta Pilpres 2024.

Hal itu diduga membuat tingkat keterpilihan atau elektabilitas putra sulung Presiden Ketujuh Jokowi itu dikabarkan ambles tajam menjelang palagan Pemilu 2029 mendatang.

Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani mengaku telah melakukan survei untuk memastikan kabar tersebut.

Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut memaparkan polemik ijazah palsu yang tengah bergulir itu memberikan dampak yang signifikan bagi elektabilitas Gibran saat ini.

"Karena sentimen masyarakat tergiring, itu sangat negatif. Gibran tuh jadi beban negara, kira-kira begitu," ujar dia di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Kendati demikian, Saiful belum berkenan untuk membuka hasil surveinya ketika ditanya mengenai berapa persen amblesnya elektabilitas Gibran.

"Besok dirilis, udah (disurvei)," jawabnya singkat.

Karena itu, dia juga menyarankan agar parlemen segera menindaklanjuti temuan MK tersebut. Menurutnya, sentimen negatif kepada Gibran dapar berimbas kepada para legislator di Senayan jika mereka enggan bertindak.

"Bisa-bisa mereka akan ditinggalkan juga gitu oleh masa dalam masa pemilu yang akan datang, dan itu harus dicegah," tegas Saiful.

Saiful juga menyarankan Gibran agar segera menunjukan ijazahnya apabila memang yakin memilikinya. Semisal terbukti tidak, sambung dia, Gibran lebih baik legowo untuk melepaskan kursi RI 2.

"Tunjukkan saja ijazahnya, kalau memang ada. Kalau tidak ada tinggal mundur saja, menurut saya," tandas dia. (Reporter: Alif Bintang)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com