- SMRC memaparkan hasil studi kualitas kepemimpinan 31 tokoh di FISIP UIN Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026.
- Mahfud MD meraih skor tertinggi sebesar 7,6, sementara Prabowo Subianto mendapatkan skor rata-rata sebesar 5,1.
- Studi ini melibatkan 200 responden opinion leader yang menilai berbagai aspek kepemimpinan nasional menggunakan skala 0 hingga 10.
Sementara itu, untuk kemampuan memimpin, yang mencakup kemampuan bekerja, bersikap tegas, dan mengambil keputusan, Dedi mendapat skor 7,3. Skor tersebut menempatkannya di urutan ketiga setelah Mahfud MD (7,6) dan Basuki Tjahaja Purnama (7,4).
Pada aspek lain, Dedi mendapat skor 6,7 untuk kapabilitas atau kompetensi, 6,8 untuk komitmen terhadap politik luar negeri bebas aktif, dan 6,5 untuk komitmen terhadap profesionalisme TNI-Polri.
"Pemilih pada umumnya tidak cukup punya informasi untuk menilai calon presiden secara mendalam. Karena itu kami bertanya kepada kelompok yang relatif lebih tahu tentang tokoh-tokoh ini. Penilaian mereka diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemilih agar memilih pemimpin yang bervisi demokratik-transformatif," jelas Saiful.
Survei ini melibatkan 200 opinion leader, terdiri atas 166 akademisi atau ilmuwan dari berbagai bidang, yakni politik dan pemerintahan, filsafat, sejarah, agama, budaya, sosiologi, antropologi, ekonomi, pembangunan, sains, teknik, komunikasi, hukum, dan psikologi, serta 34 jurnalis.
Karena tidak tersedia daftar populasi opinion leader secara nasional, responden tidak dipilih secara acak, melainkan menggunakan teknik snowballing, terutama melalui media massa nasional dan daerah.
Karena itu, temuan survei ini bersifat deskriptif, yakni mencerminkan penilaian para responden dan bukan populasi opinion leader secara keseluruhan. Sebanyak 149 responden bersedia namanya dipublikasikan. Para responden menilai 31 tokoh menggunakan skala skor 0 sampai 10.