-
Polisi melacak pengemudi ojek online yang menjual dua botol Pertalite Rp200 ribu ke turis asing.
-
Penyidik memanfaatkan kamera CCTV Dinas Kominfo untuk mengidentifikasi plat nomor kendaraan pelaku di Kuta Utara.
-
Kasus penjualan BBM ilegal ini ditangani serius untuk menjaga citra pariwisata dan ketertiban di Bali.
Suara.com - Polda Bali bersama Polres jajaran selidiki pengemudi ojek online yang tertangkap kamera menjual dua botol Pertalite seharga Rp200 ribu kepada wisatawan asing. Aksi spekulasi harga bahan bakar ini memicu keresahan masyarakat setelah rekaman transaksinya viral di berbagai platform media sosial.
Tim penyidik bergerak cepat menyisir area kejadian usai meneliti pola pergerakan pelaku yang memanfaatkan situasi minimnya tempat pengisian BBM resmi. Isu transaksi bahan bakar ilegal dengan tarif mencekik ini menjadi sorotan tajam karena berpotensi merusak citra pariwisata Pulau Dewata.
Langkah tegas kepolisian diharapkan mampu membongkar jaringan penjualan BBM botolan tanpa izin yang menyasar turis mancanegara.
"Hasilnya, peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu sekitar pukul 15.00 WITA, sedangkan video diunggah ke media sosial sekitar pukul 15.30 WITA," kata Kapolsek Kuta Utara Sukadana.
Aparat langsung mendatangi lokasi untuk mencocokkan data waktu penayangan video dengan tempat kejadian perkara secara presisi. Seorang pria berjaket ojol mengendarai Honda PCX merah terlihat menyerahkan dua botol plastik berisi cairan hijau yang diduga kuat BBM jenis Pertalite.
Sebagai imbalannya, warga negara asing tersebut menyerahkan uang tunai pecahan Rp100 ribu sebanyak dua lembar kepada sang pengendara.
Saksi kunci berinisial Nani mengaku mengabadikan momen mencurigakan itu langsung dari tempatnya bekerja di seberang jalan.
Nani melihat rombongan pengemudi ojek online sengaja menghentikan motor mereka lalu mendekati deretan turis asing di pinggir jalan.
Para pengemudi itu menyodorkan botol bekas air mineral yang sudah terisi cairan hijau untuk ditawarkan dengan tarif melambung tinggi.
Ketiadaan rekaman plat nomor kendaraan pada muatan video awal membuat polisi harus bekerja ekstra keras mencari bukti tambahan.
Penyidik Kepolisian Sektor Kuta Utara kini mengumpulkan petunjuk visual pendukung untuk mengidentifikasi plat nomor Honda PCX merah tersebut.
Upaya identifikasi pelaku terhalang oleh minimnya sorotan kamera pengintai langsung yang mengarah tepat ke sudut area transaksi.
Petugas memanfaatkan rekaman CCTV milik Dinas Komunikasi dan Informatika yang terpasang di persimpangan jalan sekitar lokasi kejadian.
Data lalu lintas dari sistem pemantauan kota diproyeksikan mampu mendeteksi rute pelarian serta identitas pemilik kendaraan matik tersebut.
Pemeriksaan laboratorium juga akan dilakukan guna memastikan jenis bahan bakar minyak yang diperjualbelikan dalam kemasan kemasan plastik itu.