Presiden AS Donald Trump Ejek Nama Nabi Muhammad

Senin, 19 Oktober 2026 | 10:57 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. [Istimewa]
BACA 10 DETIK
  • Donald Trump menjadikan nama Mohammad sebagai bahan lelucon dalam kampanye di Georgia pada Jumat lalu.
  • Retorika kampanye Trump tersebut memicu kecaman luas dari berbagai organisasi Muslim global dan pegiat HAM.
  • Anwar Abbas selaku Ketua PP Muhammadiyah menyatakan tindakan Trump sangat menyakitkan dan tidak bisa diterima umat Islam.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kecaman umat Muslim sedunia, setelah dianggap melecehkan nama Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Reuters, Senin (19/10/2026), Trump membuat nama Mohammad sebagai lelucon ketika berkampanye di Georgia.

Konteksnya, Trump membuat candaan nama Mohammad terkait perang AS melawan Republik Islam Iran.

"Kalian tahu? Kalau kalian bertemu seseorang dari Timur Tengah, tapi tidak yakin siapa namanya, panggil saja dia Mohammad," kata trump, Jumat pekan lalu.

"Yah, kemungkinan dia benar bernama Mohammad itu sekitar 65 persen. 'Halo Mohammad', ya saya sudah melakukan trik ini selama bertahun-tahun, dan tak pernah salah," kata Trump.

Dalam pidatonya, Trump sedang berkampanye untuk kandidat dari Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

Awalnya, Trump mengejek Iran sebagai "Negara yang tak seorang pun di dunia ingin menjadi presidennya."

Ia lantas beralih membicarakan nama Muhammad dan bertanya dengan nada menyindir, apakah ada di antara peserta kampanye yang ingin menjadi presiden Iran.

Kecaman Muhammadyah

Berbagai organisasi Muslim dan pegiat hak asasi manusia mengkritik retorika Trump, yang menurut mereka mengejek atau mendemonisasi umat Muslim, imigran, dan kelompok minoritas etnis.

Selama kampanye pemilihan paruh waktu ini, Trump terus melontarkan serangan terhadap warga Amerika keturunan Muslim dan Somalia, termasuk kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, serta anggota DPR dari Minnesota, Ilhan Omar.

Dalam pidatonya, Trump juga menegaskan kembali janjinya bahwa tidak akan ada senjata nuklir Iran, menyusul serangan militer AS dan Israel terhadap Teheran.

Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam pelecehan nama Mohammad oleh Donald Trump.

"Bagi Trump, Islam dan Moahmmad adalah bahan ejekan. Ini tentu tidak bisa diterima oleh umat Islam karena sangat menyakitkan," tegas Anwar Abbas.

Ia mengatakan, pelecehan terhadap Islam dan nama Mohammad adalah strategi Trump untuk meraih simpati dari massa Partai Republik.

"Trump ingin meraih simpati Yahudi. Karenanya, dia menjadikan Islam sebagai musuh bersama."

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com