Kasus Polisi Tembak Polisi! Dudung Soroti Psikologi Personel, Bakal Evaluasi Rekrutmen Polri

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:38 WIB
Menko Polkam Dudung Abdurrahman. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Menko Polkam Dudung Abdurachman berencana mengevaluasi sistem rekrutmen Polri setelah insiden polisi tembak polisi di Tangerang Selatan.
  • Peristiwa penembakan pada 16 Oktober 2026 tersebut menewaskan Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai.
  • Pelaku mengaku sering mengalami perundungan oleh korban, sementara kuasa hukum menduga adanya keterlibatan pihak lain.

Suara.com - Menko Polkam Dudung Abdurachman akan mengevaluasi sistem rekrutmen Polri menyusul kasus polisi menembak polisi di Markas Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Evaluasi mencakup aspek ideologi hingga psikologi personel, di tengah dugaan perundungan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Dudung mengatakan, evaluasi akan dilakukan setelah pihaknya memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kasus yang menewaskan Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai pada Jumat (16/10/2026).

“Saya masih cari informasi yang lebih akurat, nanti pasti akan dievaluasi, pasti akan dievaluasi,” kata Dudung di Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan, evaluasi tidak hanya menyangkut penanganan kasus, tetapi juga sistem rekrutmen anggota Polri, termasuk aspek ideologi dan psikologi yang dinilai penting dalam pembentukan personel.

“Ya, sistem rekrutmen entah ideologi, psikologi itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu, ya,” ujar Dudung.

Selain evaluasi sistem rekrutmen, Dudung mengingatkan anggota Polri agar mampu mengendalikan emosi dan tidak bertindak di luar kendali ketika menghadapi persoalan pribadi maupun konflik di lingkungan kerja.

Menurutnya, personel yang menghadapi masalah seharusnya melapor kepada atasan, bukan mengambil tindakan sendiri yang berujung pada kekerasan.

“Jangan melakukan tindakan-tindakan dengan emosi tidak terkontrol yang akhirnya seperti itu,” katanya.

Luka Tembak dan Sayatan

Bharada Valdo tewas ditembak berulang kali oleh juniornya, Bharada Andika Rahmadani, di markas Korpolairud Pondok Cabe, pada Jumat (16/10/2026). Selain luka tembak, korban juga dilaporkan mengalami luka sayatan di bagian leher.

Kuasa hukum keluarga Valdo, Petrus Bala Pattyona, menduga pelaku tidak bertindak sendirian karena adanya luka sayatan senjata tajam pada tubuh korban.

"Lukanya banyak. Tidak mungkin satu pelaku melakukan penembakan sembari menggorok leher. Ada senjata tajam jenis sangkur dan senapan," ungkap Petrus.

Berdasarkan keterangan awal, Andika mengaku kerap mengalami perundungan dan merasa sering disalahkan oleh Valdo saat bertugas.

Ia juga mengaku telah membawa golok ke markas sejak Senin (12/10/2026) dengan alasan takut dan ingin melindungi diri.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com