Jakarta Timur Kini Punya Dua 'Penampung Banjir' Raksasa

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026). (Dok. Pemprov DKI Jakarta)
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Bambu Hitam dan Batu Bangkong di Cipayung pada Senin, 19 Oktober 2026.
  • Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta membangun kedua embung berkapasitas total 36.550 meter kubik tersebut pada tahun 2025.
  • Fasilitas konservasi air ini berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, serta ruang interaksi publik bagi warga.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

Kedua embung itu dibangun untuk menampung air hujan agar tidak langsung membebani saluran air dan sungai.

Total kapasitas tampungan kedua embung mencapai 36.550 meter kubik.

Embung Batu Bangkong berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare dengan kapasitas tampungan 20.300 meter kubik.

Adapun Embung Bambu Hitam berada di lahan sekitar 2,1 hektare dengan kapasitas tampungan 16.250 meter kubik.

Pramono menjelaskan latar belakang pembangunan kedua embung tersebut.

"Embung Batu Bangkong dan Embung Bambu Hitam dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta pada 2025 melalui pendekatan biru hijau dan solusi berbasis alam atau nature-based solution. Dibangun sebagai sarana pengendali sumber daya air, sumber air baku, sekaligus ruang interaksi publik," ujarnya.

Ia menyebut air hujan di embung tidak dialirkan ke tempat lain, melainkan diserap ke dalam tanah.

"Fungsi utama dari embung ini yaitu untuk tempat penampungan air. Jadi bukan kemudian dialirkan, tapi air itu meresap di sini. Sehingga dengan demikian namanya menjadi tempat untuk konservasi," jelas Pramono.

Eks Sekretaris Kabinet (Seskab) itu menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan lewat pencegahan yang berkelanjutan, bukan hanya saat hujan turun.

"Pemerintah DKI Jakarta dalam hal berkaitan dengan penanganan banjir, tidak hanya serta-merta kalau hujan baru dilakukan kegiatannya ataupun penanganannya. Kami lebih pada pencegahan," tegas Pramono.

Selain menjadi penangkal banjir, kedua embung dilengkapi jalur joging, taman bermain anak, balai warga, lapangan multifungsi, dan sunken plaza.

Area tersebut dapat dipakai warga untuk beraktivitas saat kondisi kering dan berfungsi sebagai tampungan tambahan ketika hujan.

Kedua embung itu juga dilengkapi instalasi pengolahan air limbah.

Pramono juga melihat adanya potensi pengembangan embung lain di wilayah Jakarta Timur untuk memperkuat kapasitas tampungan air.

"Sehingga saya minta karena sudah bagus dan digunakan secara gratis oleh warga, saya minta perawatannya betul-betul ditangani secara baik," pungkas sang politisi senior.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com