Ditanya Tragedi Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Listyo Sigit: Aku Udah Bukan Polisi!

Senin, 19 Oktober 2026 | 16:17 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo, menyatakan dirinya bukan lagi polisi. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menyatakan dirinya bukan lagi polisi di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.
  • Bhayangkara Satu Laurentius Valdo Fernandez Lawai tewas setelah ditembak dan disayat oleh juniornya, Bhayangkara Dua Andika Rahmadani.
  • Peristiwa penembakan tersebut terjadi di Markas Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Listyo Sigit Prabowo, menyatakan dirinya bukan lagi polisi.

Hal ini ditegaskan Listyo saat menjawab pertanyaan wartawan ihwal peristiwa polisi tembak polisi di Markas Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10).

"Polisi, aku udah bukan polisi," kata Listyo usai keluar dari Istana lalu naik mobil golf menuju kantor KSP, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Sementara itu ditanya, apakah pernyataan Listyo menyebut dirinya bukan polisi, mengartikan Listyo sudah pensiun? Mantan Kapolri ini tidak memberikan jawaban.

Kolase foto Bhayangkara Satu Laurentius Valdo Fernandez Lawai (kiri) dan Bharada Andika Rahmadani (kanan).

Listyo hanya tersenyum dan memberikan gestur lambaian tangan, kemudian mobil golf terus melaju.

Selang tujuh menit kemudian, mobil golf yang ditumpangi Listyo kembali menuju masuk ke Istana.

Diketahui sebelumnya, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Kamis 1 Oktober 2026, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan statusnya di kepolisian.

Mantan Kapolri ini memastikan dirinya masih merupakan anggota Polri aktif.

"Statusnya masih aktif," ujar Listyo usai dilantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Satu Tewas

Sebelumnya, Bhayangkara Satu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, anggota Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri tewas mengenaskan setelah berkali-kali ditembak junioarnya, Bhayangkara Dua Andika Rahmadani.

Peristiwa tersebut terjadi di markas Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat 16 Oktober pekan lalu. Tak hanya ditembaki, Bharatu Valdo juga digorok oleh bawahannya tersebut.

"Almarhum empat kali ditembak oleh pelaku," kata Petru Bala Pattyona, pengacara keluarga Valdo, dikutip hari Senin (19/10/2026).

Petrus meyakini Andika tidak bertindak sendirian ketika menghabisi Valdo. Sebab, terdapat luka sayatan senjata tajam di leher korban.

"Lukanya banyak. Tidak mungkin satu pelaku melakukan penembakan sembari menggorok leher. Ada senjata tajam jenis sangkur dan senapan," kata dia.

Berdasarkan keterangan awal, pelaku mengakui dirinya kerap dirundung oleh Bharatu Valdo. Selain itu, ia juga kerap dianggap salah oleh seniornya itu saat bertugas.

Karena tak tahan lagi, Bharada Andika mengakui membawa golok ke markas pada Senin 12 Oktober. Alasannya, ia takut dan berusaha menjaga diri dari Bharatu Valdo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com