- Karakter manga Jepang seperti One Piece dan Naruto menghiasi demonstrasi mahasiswa di Prancis pada Oktober 2026.
- Bendera Bajak Laut Topi Jerami dan simbol budaya pop lainnya digunakan sebagai sarana visual perlawanan politik.
- Gambar berestetika manga buatan kecerdasan buatan turut beredar luas di berbagai platform media sosial saat aksi.
Kedua serial tersebut memiliki basis penggemar besar di berbagai negara Eropa dan dikenal melalui kisah perjuangan, persahabatan, serta pertarungan melawan musuh yang lebih kuat.
Referensi dari The Rose of Versailles juga muncul, meskipun lebih jarang.
Serial tersebut menampilkan Lady Oscar, tokoh aristokrat yang berpihak kepada rakyat dalam peristiwa menjelang penyerbuan Bastille pada Revolusi Prancis.
Beragam karakter itu memperlihatkan bagaimana budaya populer dapat menjadi bahasa visual bagi generasi muda.
Simbol yang awalnya dikenal melalui komik dan animasi kemudian digunakan untuk menyampaikan pesan di ruang publik tanpa harus bergantung pada slogan politik konvensional.
Manga Merambah Media Sosial dan Konten AI
Pengaruh manga dalam demonstrasi tidak terbatas pada atribut yang dibawa ke jalanan.
Menurut laporan Le Monde, gambar buatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan estetika manga turut beredar luas di media sosial.
Sejumlah seniman juga menyampaikan dukungan melalui pesan dan karya yang menggunakan gaya visual serupa.
Perkembangan ini memperlihatkan pertemuan antara budaya penggemar, kreativitas digital, dan ekspresi politik dalam gerakan protes.