- Presiden Prabowo Subianto akan memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Pelaksanaan sidang kabinet tersebut bertepatan dengan peringatan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini.
- Sebelumnya, Presiden Prabowo telah mengadakan rapat terbatas bersama para menteri bidang ekonomi dan Dewan Ekonomi Nasional di Jakarta.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto bakal menggelar Sidang Kabinet Paripurna (SKP), Rabu, 21 Oktober 2026.
Pelaksanaan SKP tersebut beriringan dengan 2 tahun masa pemerintahan Prabowo pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Kepastian terkait agenda sidang kabinet disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, usai rapat ekonomi bersama Prabowo, malam ini.
"Besok Sidang Kabinet Paripurna," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/10/2026).
Airlangga menegaskan sidang kabinet akan digelar sore hari, yakni pukul 15.00 WIB.
Terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiksi Saintek) Brian Yuliarto juga mengonfirmasi hal serupa.
"Jam 3-an," ujar Brian mengonfirmasi perihal sidang kabinet besok.
Sebelumnya pada Selasa sore, Presiden Prabowo Subianto memanggil beberapa menteri dan pejabat bidang ekonomi di antaranya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa.
Jajaran pejabat itu tiba di Istana Kepresidenan RI sekitar pukul 15.30 WIB. Sebagian besar dari mereka menyampaikan hasil rapat akan disampaikan setelah pertemuan.
Beberapa dari mereka yang tiba di Istana dan melewati sejumlah wartawan sebelum masuk ruangan, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
“(Rapat) bersama menteri ekonomi dan DEN,” kata Airlangga menjawab pertanyaan wartawan.
Di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (20/10), Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas terkait isu-isu ekonomi, kemudian menerima laporan dari Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir mengenai kegiatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) António Guterres di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (19/10).