Serentak Pukul 10 Pagi! Pemprov DKI Gelar Simulasi Gempa Bumi di 494 Gedung dan Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:19 WIB
Ilustrasi-Petugas mengevakuasi korban dari gedung tinggi dalam simulasi gempa yang mengakibatkan gedung runtuh di Jakarta akibat gempa bumi pada Rabu (18/12/2024). (ANTARA/Mario Sofia Nasution)
BACA 10 DETIK
  • Pemprov DKI Jakarta menggelar simulasi gempa bumi serentak di 494 lokasi pada Rabu (21/10/2026).
  • Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan pemahaman prosedur evakuasi bagi warga serta aparatur.
  • Sektor pendidikan dan perkantoran pemerintahan di seluruh wilayah Jakarta menjadi sasaran utama pelaksanaan latihan.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar simulasi gempa bumi serentak pada Rabu (21/10/2026) pukul 10.00 WIB. Latihan ini menjangkau 494 lokasi, mulai dari gedung pemerintahan hingga sekolah, untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Instruksi Sekretaris Daerah (INSEKDA) e-0044 Tahun 2026.

Melalui simulasi ini, warga dan aparatur diharapkan memahami langkah penyelamatan diri serta prosedur evakuasi yang tepat ketika gempa terjadi.

Sektor pendidikan menjadi sasaran terbesar dengan pelaksanaan simulasi di 362 lokasi gedung sekolah. Selain itu, latihan digelar di tujuh gedung pimpinan wilayah, termasuk Balai Kota, kantor wali kota, dan kantor bupati.

Simulasi juga melibatkan satu gedung kantor dinas teknis, satu gedung kantor kecamatan, serta 127 gedung kantor kelurahan di seluruh Jakarta.

Dua lokasi gedung badan usaha milik daerah (BUMD) turut ambil bagian.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menegaskan simulasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan bersama, bukan sekadar latihan rutin.

"Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Simulasi ini bukan sekadar latihan, tetapi upaya nyata agar setiap warga Jakarta tahu cara melindungi diri dan orang di sekitarnya. Siap, sigap, selamat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk terus mengenali risiko bencana, memahami tata cara evakuasi mandiri, serta tetap waspada terhadap potensi bahaya.

Dengan kesiapan yang baik, warga diharapkan dapat bertindak tenang dan terarah saat menghadapi gempa bumi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com