Kapolri Bungkam soal Evaluasi Usai Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:19 WIB
Kapolri Suyudi Ario Seto saat konferensi pers usai memantau IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • Kapolri menyatakan kasus penembakan antarpolisi di Mako Polairud Tangerang Selatan kini ditangani Propam Polri.
  • Seorang anggota Ditpoludara tewas akibat ditembak dan dianiaya oleh juniornya sendiri pada Jumat, 16 Oktober 2026.
  • Peristiwa berdarah tersebut dipicu masalah pribadi karena pelaku mengaku sering dirundung dan disalahkan oleh korban.

Suara.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengaku peristiwa polisi tembak polisi di Mako Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), sudah ditangani oleh Propam Polri.

“Pondok Cabe, ya, terkait Pondok Cabe sudah dalam penyidikan oleh Propam Polri, ya,” kata Suyudi singkat di Gedung Utama Mabes Polri, Rabu (21/10/2026).

Namun, ketika ditanya lebih lanjut soal evaluasi di tubuh Polri akibat peristiwa ini, Suyudi enggan menjawab.

Sebagai informasi, seorang anggota Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri meninggal dunia dalam dugaan pembunuhan di Markas Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026).

Pelaku yang merupakan junior korban berpangkat Bharada diduga menembak tubuh korban berulang kali, kemudian melukai kepala korban dan menggorok lehernya menggunakan senjata tajam.

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri kepada Kepala Korpolairud Baharkam Polri, terduga pelaku, Bharada Andika Rahmadani, mengaku menembakkan senjata api sebanyak empat kali ke arah tubuh korban, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai.

Peristiwa ini terjadi di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara, Pondok Cabe. Korban diketahui bertugas sebagai tenaga administrasi pada bagian Pamperslog Ditpoludara. Sementara itu, terduga pelaku juga bertugas di bagian yang sama.

Berdasarkan keterangan sementara, peristiwa ini terjadi akibat persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku. Dalam keterangannya, pelaku mengaku kerap merasa disalahkan dan mengalami perundungan oleh korban.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com