- Kementerian PU melakukan penanganan darurat banjir bandang di Kota Padang sejak 10 Oktober 2026.
- Pembersihan fasilitas umum dan permukiman warga menggunakan alat berat serta skema padat karya berinsentif.
- Pemulihan lingkungan juga berhasil diselesaikan sepenuhnya di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Keterlibatan langsung ini dirasakan manfaatnya oleh warga Kampung Tanjung, salah satunya Muhammad Taufik. Ia menuturkan program padat karya ini meringankan beban finansial keluarga di tengah masa sulit pascabencana.
“Berkat bantuan dari pemerintah dan PU, kami sebagai warga sangat berterima kasih. Masalahnya, kami diikutsertakan untuk menjadi bagian dari program Padat Karya, ditugaskan untuk membersih-bersih rumah. Warga bisa libur kerja rutin tapi tetap mendapat uang gaji dari program tersebut. Jadi terima kasih banget lah. Sangat membantu untuk membersihkan jalan dan lumpur yang masuk ke rumah,” katanya.
Penanganan Meluas ke Kabupaten Pesisir Selatan
Selain di Kota Padang, penanganan tanggap darurat oleh Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU juga mencakup wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Berdasarkan hasil asesmen tim di lapangan, dari total 10 lokasi yang masuk ke dalam lingkup penanganan, 9 titik di antaranya tertimbun material lumpur tebal yang menutupi pekarangan hingga masuk ke ruang dalam bangunan warga.
Seluruh pekerjaan pembersihan lumpur di 10 lokasi Kabupaten Pesisir Selatan tersebut saat ini telah diselesaikan 100 persen.
Melalui penanganan darurat dan kolaborasi lintas unit kerja, Kementerian PU menjalankan pemulihan sarana publik serta kawasan tempat tinggal masyarakat pascabencana di Sumatera Barat dengan target mengembalikan fungsi sanitasi, akses mobilitas, dan aktivitas sosial warga secepatnya.