Stok Beras Melimpah, Bapanas Soroti Mafia Pangan yang Akali Kualitas dan Harga

Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:45 WIB
Ilustrasi Beras (Unsplash/@deskijayantoro)
BACA 10 DETIK
  • Badan Pangan Nasional menyatakan stok cadangan beras nasional aman hingga akhir tahun 2026.
  • Deputi Hermawan mengumumkan total cadangan beras pemerintah mencapai 4,8 juta ton pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Pemerintah menindak tegas mafia pangan, termasuk pencabutan izin PT DTA karena pemalsuan beras fortifikasi.

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengklaim stok cadangan beras dalam negeri dipastikan aman hingga akhir tahun. Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Brigjen Pol. Hermawan saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Beras saat ini cadangan beras pemerintah saat ini sangat tinggi, masih tinggi," kata Hermawan.

Bahkan, kata dia, stok cadangan beras pemerintah telah menembus angka 4,8 juta ton dan akan terus meningkat seiring produksi yang berlangsung hingga menjelang 2027.

"Totalnya saat ink masih sekitar 4,8 juta. Ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya, 3,2 juta. Dan ini masih akan berproduksi terus sampai di bulan November," lanjut dia.

Namun, dia tidak menutup mata terhadap persoalan peredaran beras yang masih kerap dikeluhkan masyarakat.

Salah satu persoalannya adalah masih adanya mafia pangan yang mengakali kualitas ataupun harga jual beras yang telah ditentukan.

Salah satunya, dugaan pemalsuan kandungan beras fortifikasi yang diduga dilakukan PT DTA pada lima mereknya. Izin peredaran kelima merek beras tersebut kini telah dicabut.

"Artinya pemerintah hadir bukan hanya dari sisi produksi, tetapi bagi yang bermain-main terkait masalah mencari keuntungan yang besar terkait masalah pangan ini juga akan ditindak tegas kalau merugikan konsumen," tegas Hermawan.

Reporter: Alif Bintang

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com