Rano Karno Bocorkan Netflix Bakal Syuting Sekuel Film Populer di Jakarta pada 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:54 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. (Foto dok. Pemprov DKI Jakarta).
BACA 10 DETIK
  • Wakil Gubernur Rano Karno mengumumkan Netflix akan syuting sekuel film populer di Jakarta pada 2027.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan delegasi Turki berencana memproduksi film kolaborasi bertema sejarah Kerajaan Ottoman.
  • Jakarta Film Commission bertugas memfasilitasi perizinan, koordinasi, dan potensi pendanaan produksi bagi pembuat film internasional.

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengumumkan rencana Netflix akan melakukan pengambilan gambar untuk kelanjutan film populer di Jakarta pada 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari kesepakatan kerja sama produksi film yang diumumkan dalam penutupan Jakarta Film Summit 2026.

Rano menyampaikan kabar itu di Park Hyatt Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026). Namun, ia belum bersedia mengungkap judul film yang akan diproduksi oleh platform streaming global asal Amerika Serikat tersebut.

"Netflix tahun depan akan syuting di sini. Saya nggak mau kasih tahu judulnya, tapi judulnya sangat populer. Ini kelanjutan dari judul yang pertama," ungkap Rano.

Selain membuka peluang kolaborasi dengan Netflix, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjajaki kerja sama produksi film dengan delegasi Turki.

Proyek tersebut akan mengangkat hubungan historis antara Indonesia dan Turki sebagai salah satu potensi cerita layar lebar.

"Indonesia dengan Turki ini bersahabat hampir 78 tahun, dan kita nggak pernah tahu bahwa Kerajaan Ottoman itu pernah ada di Indonesia. Ini menarik bagi sebuah kerja sama, dan Insyaallah kami akan membuat film bersama-sama, antara Turki dengan Jakarta," ungkap Rano.

Jakarta Film Commission Fasilitasi Produksi Film

Rano menjelaskan, kolaborasi dengan pelaku industri film internasional itu didukung Jakarta Film Commission.

Lembaga tersebut dibentuk untuk mempermudah proses produksi film di Jakarta, termasuk membantu kebutuhan perizinan dan koordinasi bagi pihak yang ingin melakukan pengambilan gambar di ibu kota.

Selain memfasilitasi kegiatan syuting, Jakarta Film Commission juga berpeluang memberikan dukungan pendanaan untuk produksi film pada masa mendatang.

"Jakarta Film Commission dibentuk memang untuk, yang pertama adalah Filming in Jakarta. Filming in Jakarta adalah bagi siapapun mau syuting di Jakarta, bisa diurus oleh, dibantu oleh Jakarta Film Commission. Tapi Jakarta Film Commission suatu saat pun bisa memberikan fund, memberikan funding atau memberikan biaya untuk produksi," jelas Rano.

Jakarta Film Summit 2026 digelar sejak 20 Oktober 2026. Forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pelaku industri perfilman dan membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional.

Rano berharap forum ini dapat mendorong masuknya investasi, memperluas kolaborasi lintas negara, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif di Jakarta.

"Jakarta Film Summit 2026 membuka peluang investasi, kolaborasi internasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Jakarta," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com