Ngaku Polisi dan Pura-Pura Cari Kos, Komplotan Curanmor Gasak Motor Penghuni

Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:26 WIB
Ilustrasi curanmor. (Magnific)
BACA 10 DETIK
  • Polisi menangkap komplotan curanmor lintas provinsi yang mencuri tiga motor di Kembangan Barat pada Agustus 2026.
  • Tersangka utama berinisial NHK menyamar sebagai polisi dan pencari kos untuk memuluskan aksi pencurian tersebut.
  • Petugas meringkus lima tersangka di Sukabumi dan Jakarta Timur serta mengamankan enam unit sepeda motor curian.

Suara.com - Polisi menangkap komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi yang menggunakan modus berpura-pura menjadi anggota Polri dan menyamar sebagai pencari kamar kos untuk mengincar motor milik penghuni.

Kasus ini terungkap setelah warga melaporkan kehilangan tiga sepeda motor sekaligus di area parkir Kost Emiyati Kuria, Jalan Raya Kembangan Utara, Jakarta Barat, pada awal Agustus 2026.

Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, tersangka utama berinisial NHK berperan sebagai eksekutor sekaligus pencari sasaran. Untuk meyakinkan pemilik kos maupun calon korban, NHK kerap mengaku sebagai anggota kepolisian.

Saat menyewa kamar di lokasi yang menjadi target, pelaku sengaja beralasan kartu tanda penduduk (KTP) tertinggal agar identitasnya tidak tercatat secara resmi.

"Setelah tinggal selama dua hari dan situasi dirasa aman, pelaku langsung memanggil rekan-rekannya untuk mengeksekusi motor-motor milik penghuni kos lainnya menggunakan kunci letter T pada malam/dini hari," kata Arsya saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Selain di Jakarta Barat, komplotan tersebut diduga beraksi di wilayah Ciledug, Tangerang, dan Jakarta Selatan.

Saat menangkap NHK, petugas menemukan sepucuk senjata airsoft gun yang diduga digunakan untuk mendukung penyamarannya sebagai aparat atau menakut-nakuti korban.

Diburu hingga Wilayah Terpencil di Sukabumi

Arsya mengatakan, pengejaran terhadap komplotan ini membawa petugas hingga ke wilayah terpencil dan perbukitan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

NHK ditangkap di Desa Sukamanah, Kecamatan Curugkembar. Polisi menyita sepucuk airsoft gun, satu set kunci letter T, serta pakaian dan helm yang sesuai dengan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap tiga orang lainnya, yakni SML yang diduga berperan sebagai penadah, DK sebagai joki, dan ADR sebagai pemilik rumah yang digunakan untuk menyimpan motor hasil curian.

Ketiganya ditangkap di Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, Sukabumi. Dari lokasi tersebut, petugas menyita enam sepeda motor tanpa pelat nomor dan dokumen resmi.

Polisi juga menangkap SLH alias Ucok di sebuah lahan kosong yang berada di kawasan pemulung, Cakung, Jakarta Timur.

Meski demikian, penyidik masih memburu satu tersangka lain berinisial BDM yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan serta Pasal 591 KUHP tentang penadahan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com