Malaysia Minta Negara ASEAN Perketat Pengawasan Titik Panas Kebakaran Hutan Indonesia

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:47 WIB
335 Sekolah Ditutup akibat Kabut Asap Indonesia, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat [Dok @MsiaHariIni]
BACA 10 DETIK
  • Malaysia menyerukan aksi bersama seluruh negara ASEAN untuk mengantisipasi ancaman kabut asap.

  • Peningkatan titik panas dan penguatan fenomena El Nino mengancam kestabilan udara kawasan.

  • Kerja sama ketat antarlembaga ASEAN sangat diperlukan untuk pertukaran informasi dan pencegahan dini.

Suara.com - Pemerintah Malaysia mendesak seluruh negara anggota ASEAN untuk segera mengambil tindakan kolektif guna mengantisipasi bahaya kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan Indonesia yang kian mengancam. Imbauan ini menekankan pentingnya langkah pencegahan, pemantauan wilayah secara matang, dan kesiapsiagaan nasional sesuai prinsip Asean Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP).

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, meminta negara tetangga memperketat pengawasan di area rawan kebakaran. Langkah mendesak yang perlu diambil mencakup pemantauan titik panas, penegakan larangan pembakaran terbuka, serta pemantauan armada pemadam kebakaran.

Pesan resmi terkait urgensi penanganan lingkungan hidup ini telah disampaikan langsung kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr Kao Kim Hourn. Langkah proaktif Malaysia ini menjadi dorongan nyata agar kawasan regional tidak lagi terjebak dalam krisis udara bersih berulang.

Api membakar vegetasi di kawasan Gunung Arjuno, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU]

Meski insiden kebakaran saat ini masih terkendali di dalam batas negara masing-masing, bahaya asap lintas batas tetap menuntut kewaspadaan tingkat tinggi. Koordinasi antarnegara sangat diperlukan agar potensi bencana udara ini bisa diredam sedini mungkin.

"Penerapan intervensi dini, pertukaran informasi yang akurat, serta koordinasi regional yang erat merupakan elemen-elemen mendasar dalam menangani masalah kabut asap secara efektif," ujarnya dalam sebuah pernyataan dikutip dari NST.

Pantauan cuaca terbaru mengindikasikan bahwa kekeringan berkepanjangan di kawasan selatan ASEAN telah memicu lonjakan titik panas dan munculnya kabut tipis. Kondisi lingkungan ini diprediksi berpotensi memburuk seiring meningkatnya intensitas fenomena cuaca El Nino dalam beberapa bulan ke depan.

"Situasi ini berisiko meluas karena fenomena El Nino diperkirakan akan menguat secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang," ujarnya.

Malaysia juga menyambut positif peran proaktif Sekretariat ASEAN sebagai pusat koordinasi sementara penanggulangan kabut asap (Interim Asean Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control / ACC THPC). Lembaga ini berperan vital mempercepat alur informasi, menyelaraskan kesiapan antarnegara, dan memperkuat mekanisme kerja sama AATHP.

"Malaysia yakin bahwa komitmen yang kuat serta tindakan proaktif dari seluruh negara anggota ASEAN akan meningkatkan ketahanan kawasan dalam menghadapi tantangan iklim, sekaligus menjaga lingkungan yang berkelanjutan, sejahtera, dan bebas kabut asap demi kesejahteraan generasi saat ini maupun generasi mendatang," ujarnya.

Langkah Malaysia mendorong sinergi ASEAN ini berakar dari rekam jejak krisis kabut asap lintas batas yang kerap melumpuhkan aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat di Asia Tenggara saat musim kemarau. Lewat kesepakatan AATHP, seluruh negara anggota berkomitmen membangun ketahanan kawasan agar terbebas dari ancaman polusi udara lintas negara secara berkelanjutan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com