Ungkap 1,16 Ton Narkoba Cair, Jenderal Suyudi Buka Suara Soal Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:45 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menjawab pertanyaan awak media di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/10/2026). ANTARA/Nadia Putri Rahmani
BACA 10 DETIK
  • Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengaku bahagia bisa berbicara dalam kapasitasnya sebagai Kapolri sekaligus Kepala BNN saat pengungkapan 1,16 ton narkoba cair di Belawan.
  • Ia menyoroti Sumatera Utara yang disebut berada di peringkat pertama tindak pidana narkoba berdasarkan data BPS dan BRIN.
  • Suyudi meminta jajarannya tidak berkecil hati dan menegaskan pemberantasan narkoba harus disertai upaya pencegahan sejak dari hulu.

Suara.com - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengaku bahagia bisa merangkap jabatan sebagai Kapolri sekaligus Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Hal itu disampaikan Suyudi saat konferensi pers pengungkapan kasus 1,16 ton narkoba cair di Pelabuhan Pelindo Bandar Deli Belawan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (23/10/2026).

“Saya sangat berbahagia karena saya bisa berbicara kapasitas saya sebagai Kapolri sekaligus juga sebagai Kepala BNN,” ujar Suyudi.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga menyoroti peredaran narkoba di Sumatera Utara. Ia menyebut provinsi tersebut berada di peringkat pertama dalam kasus tindak pidana narkoba berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Meski demikian, Suyudi meminta jajarannya tidak berkecil hati menghadapi data tersebut. Menurut dia, tingginya angka pengungkapan kasus juga menunjukkan upaya penegakan hukum terhadap peredaran narkoba.

“Jangan kecil hati, walaupun nomor satu tapi pengungkapannya juga banyak juga,” kata Suyudi.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku. Upaya pencegahan juga diperlukan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika sejak dari sumbernya.

“Jangan kecil hati dengan data, data biasa tapi yang paling penting langkah-langkah kita hadapi narkoba harus terus. Dari hulunya pencegahannya,” tandasnya.

Sebelumnya, operasi gabungan Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, dan unsur kepolisian perairan mengungkap dugaan penyelundupan satu ton ketamine yang diangkut kapal MT Global 168 di perairan Belawan, Sumatera Utara.

Kapal yang membawa barang bukti tersebut telah diamankan dan disandarkan di pelabuhan untuk kepentingan penyelidikan.

Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama sejumlah instansi dalam mengawasi jalur laut yang diduga digunakan untuk memasukkan narkotika.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com